Bantul, medianasional.id – Wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata pantai di Bantul kini sudah mengerti dan paham dengan satu tiket untuk semua pantai, baik yang di sisi barat maupun timur.
Hal tersebut di sampaikan oleh Agus salah satu wisatawan, “Dengan beli satu tiket di tempat pemungutan retribusi sudah bisa menikmati semua pantai selatan di Bantul,” ungkapnya.
Hanya dengan satu tiket kita bisa menikmati keindahan pantai baik, wilayah timur yang meliputi Pantai Parangtritis, Gumuk Pasir Parangkusumo, dan Pantai Depok maupun pantai yang berada di wilayah barat yang meliputi Pantai Samas, Pantai Kuwaru, Pantai Goa Cemara, pantai cangkring, Pantai Baru, dan Pantai Pandansimo.
Penarikan Retribusi tersebut tentunya berdasar Peraturan Bupati Bantul Nomor 23 Tahun 2024 tentang Perubahan Tarif Retribusi Jasa Usaha atas Pelayanan Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Olahraga, retribusi untuk masuk kawasan Pantai Parangtritis adalah Rp 14.500. Ditambah biaya asuransi senilai 500 rupiah, maka detikers mesti membayar 15.000 rupiah per orang.Di samping itu, pengunjung juga mesti membayar biaya parkir. Besarannya, berdasar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bantul Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Dengan diberlakukannya satu tiket untuk masuk keseluruh Pantai tersebut tentunya menimbulkan polemik petugas penarikan dilapangan salah satunya petugas yang ada di pantai Goa Cemara saat di temui wartawan medianasional.id, melaksanakan monitoring salah satu petugas memberikan keterangan meski wisatawan banyak yang berkunjung ke pantai Goacemara tidak bisa sebagai ukuran peningkatan pendapatan, karena wisatawan kebanyakan sudah berkunjung ke pantai pertama yang mereka kunjungi.
“Pengunjung Alhamdulillah banyak, tetapi kebanyakan mereka pindahan dari Pantai lain, itu artinya pendapatan dari penarikan retribusi tidak bisa diukur dengan jumlah pengunjung yang datang,” jelas Edi, Kamis (01/01/2026).
“Kami yang di lapangan sebetulnya sudah menjalankan tugas dengan semaksimal mungkin, tetapi jika pendapatan kami dirasa tidak sesuai kami di tegur sama atasan beda cerita kalau satu tiket hanya bisa satu Pantai itu bisa untuk tolak ukur antara jumlah pengunjung yang datang dengan pendapatan kami,” katanya.
Ditanya terkait kunjungan di pantai Goa Cemara saat malam pergantian tahun, Edi hanya bisa geleng-geleng kepala karena tidak sesuai dengan harapan, sore hingga malam cuaca hujan ditambah listrik padam sehingga selain pengunjung sedikit kami juga kesulitan dalam penarikan karena pos gelap dan kami belum ada genset untuk backup kalau listrik PLN padam.
Sementara itu Bayusujaka selaku ketua pokdarwis pantai Goa Cemara saat di temui disekertariat memberikan keterangan bahwa tahun ini dirasa menurun untuk jumlah pengunjung walaupun dirinya bersama kelompok sudah berusaha mengadakan serangkaian acara mulai dari sore hari serta padda malam pergantian tahun.
“Untuk tahun ini jumlah pengunjung di Pantai Goa Cemara kalau saya nilai berkurang sekitar 30-40 % dibanding tahun lalu.Mungkin ini karena cuaca hujan jadi berfikir ulang jika mau menghabiskan malam pergantian tahun di Pantai,” imbuh bayu.
(wid)






