Lestarikan Budaya, Desa Kota Praja Gelar Sedekah Bumi

Mukomuko692 Dilihat

Mukomuko, Medianasional.id- Sudah menjadi tradisi tahunan. Desa Kota Praja, Kecamatan Air Manjunto, menggelar bersih desa atau sedekah bumi. Sedekah bumi yang digelar pada Rabu (15/6), dihadiri langsung mantan Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH. Ia hadir sebagai sesepuh Desa Kota Praja, hadir pula, mantan Wabup Mukomuko, H. Suparji yang hadir sebagai Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kecamatan Air Manjuto. Sementara dari Pemkab Mukomuko dihadiri Asisten II Setdakab Mukomuko, Drs. H. Bustari Maller, M. Hum.

Kegiatan bersih desa atau sedekah bumi ini dipusatkan di Kantor desa setempat. Usai memanjatkan do’a, dilaksanakan pula arak-arakan nasi tumpeng persembahan dari 6 Rukun Tetangga (RT) se-Kota Praja. Setelah itu dilanjutkan makan bersama.

Kades Kota Praja, Parji diwakili Sekdes, Jayadi dalam sambutannya menuturkan, kegiatan ini merupakan kearifan lokal atau kebudayaan masyarakat Kota Praja yang mayoritas suku Jawa. Tujuan utama kegiatan ini tidak lain untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon kebaikan untuk desa, kesehatan dan murah rezeki bagi warga.

“Selain itu kita Pemdes Kota Praja ingin terus melestarikan budaya yang positif. Makanya tema yang kita angkat yaitu -Lestari Budayaku, Makmur Desaku-,” ungkap Jayadi.

Sekdes mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga yang telah ikut mensukseskan acara bersih desa/sedekah bumi ini. Terkhusus kepada Lembaga Adat Kita Praja dan segenap panitia.

“Tanpa sumbangsih warga dan kerja keras Lembaga Adat dan panitia acara ini sulit dilaksanakan. Namun Alhamdulillah, hari ini, bersih desa/sedekah bumi bisa terlaksana. Saya ucapkan terimakasih pula kepada perwakilan Pemkab yang hadir, Ketua BMA kecamatan, sepuh desa, toko masyarakat serta seluruh undangan baik dari Kota Praja atau dari desa tetangga. Atas nama pemerintah desa saya ucapkan terimakasih,” demikian Sekdes.

Dalam sambutan lainnya, Ketua BMA Air Manjuto, Suparji mengapresiasi pelaksanaan sedekah bumi yang diselenggarakan Desa Kota Praja. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus digalakkan lagi sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya.

“Sekaligus ini mencerminkan, kalau masyarakat Kota Praja merupakan masyarakat yang beradat,” ucapnya.

Suparji mengatakan, budaya warisan leluhur ini kenapa mesti dilestarikan, sebab “adat bersendi sarak, sarak bersendi kitabullah”. Makna dari kalimat itu, adat atau kebudayaan yang ada sekarang tidak lepas dari sarak (orang yang paham agama) dan sarak mengacu pada Kitabullah.

Insya Allah, lanjut Wabup Mukomuko periode 2005-2010 ini, budaya bersih desa/sedekah bumi ini jauh dari unsur mudarat/negatif. Sebab, kegiatan ini tidak lain bentuk memanjatkan do’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami do’akan semoga warga Kota Praja diberi kesehatan, rezeki yang berlimpah, mendapat kemakmuran dan keadilan, menjadi desa yang Gemah Rimpah Loh Jinawi,” tutup Suparji. (Wanti)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses