
Lampung Selatan, Medianasional.id – Sai Batin Marga Dantaran Pangeran Naga Bringsang ke-V, merasa kecewa karena kurang dilibatkannya Kearifan lokal dalam acara Ground breaking Masjid Agung dan Menara Siger, yang dilaksanakan di area parkir Menara Siger Bakauheni Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Rabu (27/10/2021).
Kekecewaan Saibatin Marga Dantaran Pangeran Naga Bringsang ke-V sangatlah mendasar, dimana acara Ground breaking Masjid Agung dan Menara Siger Bakauheni Lampung tersebut, yang dihadiri langsung oleh, Wakil Menteri BUMN, Gubernur Lampung Arinal Junaidi, Bupati Lampung Selatan, Hi. Nanang Ermanto, Direktur ASDP Indonesia Ferry, Sai Batin Marga Dantaran Pangeran Naga Bringsang V yang didampingi Paksi serta Punggawa Adat Sai Batin Marga Dantaran. Tidak menyertakan keberadaan khasanah kearifan lokal, yang sepatutnya di munculkan dalam pertunjukan acara tersebut, sebagai rasa memiliki dan menjunjung tinggi Khasanah Budaya Lokal, seperti pribahasa di mana kaki berpijak disitu langit dijunjung.
Tidak hanya kearifan lokal berupa seni dan budaya Lampung, yang kurang dimunculkan dalam acara mewah tersebut, namun nampak terlihat, tidak adanya rasa hanggum atau memiliki akan kehadiran pemilik wilayah Adat Saibatin Marga Dantaran dalam hal ini, Pangeran Naga Bringsang ke-V, yang di tempatkan sejajar duduk dengan para tamu undangan lain.
Di hadapan Media, Ahmad Fajirin Pangeran Naga Bringsang ke-V Sai Batin Marga Dantaran, menyampaikan kekecewaannya Selaku pemilik wilayah adat Sai Batin Marga Dantaran. Tidak bersenerginya ASDP Pusat dengan masyarakat Adat Saibatin Marga Dantaran.
“Saya selaku Saibatin Marga Dantaran, merasa kecewa dengan pihak ASDP Pusat yang Kurang bersenergi, hanya ditampilkan Silat yang waktunya di beri 3 menit oleh ibu Selvi dari ASDP Pusat, yang tidak Menerima masukan Punggawa adat Lampung Selatan dan tokoh adat Saibatin Marga Dantaran, tidak diikut sertakan dalam acara tersebut dan kearifan lokal kita tidak diangkat, kami hanya sebagai tamu undangan saja, sedangkan Kecamatan Bakauheni masih wilayah adat Saibatin Marga Dantaran”, ungkapnya.
“Saya sangat berharap kepada instansi pemerintahan maupun instansi Swasta untuk saling bersenergi dengan masyarakat adat ke depannya”, harap Pangeran Naga Bringsang ke-V.
Sebelumnya, Punggawa Kerajaan Sekala Berak Wilayah Way Handak (Kalianda), Ruslan Temunggung Marga Dantaran menyampaikan kepada awak media, bahwa 3 hari sebelum hari H, Pihak ASDP Pusat, tidak Mengakomodir masukan dari Masyarakat Adat Saibatin, agar Saibatin Lima Marga Way Handak turut diundang di acara Ground breaking Masjid Agung dan Menara Siger Lampung ini.
“Sangat disayangkan Pihak ASDP Pusat, tidak Mengakomodir masukan dari kami Masyarakat Adat Saibatin, agar Saibatin Lima Marga diundang yakni :
1. Pangeran Naga Bringsang, Saibatin Marga Dantaran.
2. Pangeran Cahya Marga, Saibatin Marga Ratu Menangsih,
3. Pangeran Tihang Marga, Saibatin Marga Legun.
4. Pangeran Punyimbang Agung, Saibatin Marga Rajabasa.
5. Pangeran Suhunan Sampurna Jaya, Saibatin Marga Katibung”.
“Faktanya tidak diundang dalam acara Ground breaking Masjid Agung dan Menara Siger Lampung tersebut, akan tetapi hanya Saibatin Marga Dantaran Pangeran Naga Bringsang V saja yang di undang”, terangnya.
Ini sangat di sayangkan, ASDP pusat tidak mau menerima Masukan dari Punggawa Adat yang tujuannya agar bersinergi.
Padahal jika masyarakat adat dengan Pemerintah, BUMN dan Swasta bersinergi sangat indah.
“Bahkan jika diundang untuk Hejongan tempat duduk Saibatin 5 Marga (5 Pangeran) mesti duduk di depan sebagai Pemegang Wilyah Adat, jangan sejajar dengan tamu undangan lain, perlu diketahui bahwa Bakauheni ini adalah bagian wilayah Adat Marga Dantaran yang dipimpin Pangeran Naga Bringsang V sebagai pemilik wilayah adat Saibatin Marga Dantaran”, tegas Ruslan.
Tidak hanya itu saja, bahkan penampilan pecak silat Lampung hanya diberi waktu 3 menit, dan penampilan seni budaya Lampung gambus Gitar tunggal tidak setuju untuk ditampilkan.
“Dan Juga pada hari Selasa 26 Okt 2021 pukul 15.30 WIB, Ibu Selvy dari ASDP pusat sangat disayangkan kurang bersinergi dan menghargai Kearifan Lokal seni budaya Adat Marga Dantaran Lampung Saibatin.
Padahal Ibu Selvy harusnya bertanya atau berkomunikasi bersinergi di wilayah Bakauheni,” imbuhnya.
“Kami berharap tetap Ada sinergi dengan Kearifan Lokal. Sesuai ucapan pak Menteri BUMN Erick Thohir (Khadin Bangsawan) dan Wakil Ketua MPR Pak Zulkifli Hasan (Batin Eka Perkasa) 3 bulan lalu di dalam Acara Prosesi Adat di SMA Kebangsaan Marga Dantaran menyampaikan Pemerintah, BUMN, Swata dengan Masyarakat Adat Saibatin 5 Marga mesti bersinergi Mendukung Harboard City,” lanjutnya.
Juga sambutan Gubernur Lampung di acara paripurna Ultah Lamsel bulan lalu bahwa Saibatin 5 Marga selalu bisa bersinergi dengan Pemerintah dan BUMN mendukung BHC Bakauheni.
“Disitu keberadaan Saibatin tidak dianggap, Tata titi adat Saibatin, tamu harus paham mengerti kepada kearifan lokal wilayah Adat Marga Dantaran dan wilayah adat Saibatin Lima Marga Way handak yang akan dibangun, dan siapa pun dapat mengembangkan sektor apapun, tolong bersinergi dengan masyarakat Adat Saibatin Lima Marga yang punya Wilayah adat Kalianda Lampung Selatan,” tutup Ruslan. (HSN/Tim)






