Akses Jalan Provinsi di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Nyaris Putus

Lampung Selatan376 Dilihat

Lampung Selatan, Medianasional.id – Memprihatinkan, meski sudah ditinjau oleh pihak terkait, kondisi jalan milik Provinsi yang berada di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan di tiga lokasi nyaris putus, namun belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Betapa tidak, melihat kondisi jalan utama sektor kawasan wisata hanya bisa dilalui dengan satu jalur membuat para pengguna jalan ekstra hati-hati jika melintas di lokasi, dikhawatirkan amblas akibat terkikis ombak laut.

Sementara, jika jalan tersebut terputus, maka pengguna jalan tidak ada jalan alternatif selain memutar balik karena itu merupakan jalan utama Lingkar Gunung Rajabasa yang berada diwilayah pesisir.

Menurut salah seorang warga setempat mengatakan, kondisi jalan yang rusak sudah lama dan tak kunjung diperbaiki, sementara melihat kondisi yang ada semakin hari semakin bertambah rusak.

“Awalnya hancur akibat terkena tsunami 2018 lalu, karena tak kunjung diperbaiki makanya sampai saat ini makin parah. Seharusnya akses jalan ini diutamakan, sebab ini jalan satu-satunya yang ada dilingakar Gunung Rajabasa,” ujarnya kepada media, Jum’at (12/3/2021).

Dia menjelaskan, akibat jalan tersebut tak jarang pengguna jalan yang nyaris alami kecelakaan, apalagi pengguna jalan yang tidak mengetahui kondisi dijalan tersebut. Tentunya kondisi tersebut sangat mengancam keselamatan pengguna jalan saat malam hari.

“Sudah jalan rusak separuh jalan habis tergerus oleh ombak, ditambah tidak adanya penerangan jalan, Cocok sudah,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Waymuli, Yunus membenarkan jalan rusak tersebut. Dinana kata dia, pihaknya menyayangkan kepada Pemerintah atas keterlambatan perbaiki, karena hanya satu jalur yang saat ini digunakan.

Kemudian kata dia, diketahui Kecamatan Rajabasa ini merupakan daerah pariwisata yang tak jarang banyak wisatawan dari luar masuk. Namun jika akses jalan seperti ini tentunya akan berdampak pada ekonomi disektor wisata yang ada.

“Terkadang kita malu dengan wisatwan yang hendak berlibur dipantai pesisir. Saya sampai berpikir, pandangan pemerintah dalam menangani skala prioritas perbaikan jalan seperti apa, apakah harus nunggu terputus dulu akses jalannya baru diperbaiki,” jelasnya.

Untuk itu lanjut dia, pihaknya meminta kepada Pemerintah khususnya Provinsi Lampung dapat segera mungkin memperbaikinya, jangan sampai memakan korban.

“Harapan kami segera diperbaiki, jangan menunggu ada korban jiwa akibat jalan tersebut,” harapanya.

Dari pantauan Wartawan Media Nasional di kecamatan Raja Basa ada tiga lokasi jalan tersebut ambles akibat terjangan stunami 2018 yang lalu tak kunjungi di perbaiki oleh intansi terkait.

Tambah,Sopir mini bus dari Pasir Sakti yang bernama Toni saat di wancarai oleh wartawan Media Nasional.Minggu (07/03/2021)

“Di saat kita melintas di jalan lintas lingkar Gunung Raja Basa masih bayak ranting pohon yang menjulang ke jalan dan menghalangi kendaraan saat melintas dan kabel listrik warga yang menghalangi kendaraan mini bus saat melintas, terus ditambah jalannya sempit juga dan jalan ambles. Harapan kita semoga permasalahan jalan lingkar Gunung Raja Basa ini cepat di tanggapi oleh dinas terkait,” keluh harapan Toni .(Amin Padri)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses