KKNT Kelompok 7 USU Inisiasi Program Ecobrick untuk Pengelolaan Sampah di Desa Kalang

Dairi714 Dilihat

Dairi, medianasional.id – Desa Kalang, yang terletak di wilayah Kec. Sidikalang, Kab. Dairi, baru-baru ini menjadi sorotan setelah kelompok 7 dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), Universitas Sumatera Utara mengidentifikasi masalah mendasar yang menghambat lingkungan desa tersebut. Melalui survei awal yang dilakukan, KKNT kelompok 7 bertemu dengan perangkat desa Kalang dan menemukan bahwa sampah, terutama sampah plastik, menjadi permasalahan utama yang perlu segera diatasi.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, KKNT Kelompok 7 memutuskan untuk mengimplementasikan program inovatif berbasis Ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah di desa tersebut. Ecobrick adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah sampah plastik menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Dengan menggabungkan kata “eco” yang berarti ramah lingkungan dan “brick” yang berarti bata, Ecobrick merupakan solusi alternatif untuk mengolah limbah plastik yang memiliki sifat kuat, tahan air, dan awet.

Program ini diluncurkan dengan melibatkan ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) desa Kalang, yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan pembuatan Ecobrick. Diharapkan melalui pelatihan ini, ibu-ibu PKK dapat mengolah sampah plastik di rumah mereka menjadi Ecobrick yang berguna untuk kepentingan masyarakat.

Tidak hanya sekedar pengelolaan sampah, KKNT Kelompok 7 juga mengembangkan Ecobrick menjadi sebuah karya seni yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa Kalang. Salah satu hasil nyata dari program ini adalah pembuatan kursi dari Ecobrick, yang kini dapat digunakan oleh warga desa untuk berbagai kegiatan. Kursi-kursi ini tidak hanya bermanfaat sebagai tempat duduk, tetapi juga berfungsi sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara teknologi ramah lingkungan dan kreativitas masyarakat setempat.

Dengan inisiatif ini, KKNT Kelompok 7 berharap dapat membantu desa Kalang dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depannya, diharapkan program ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah dengan cara yang inovatif dan berkelanjutan.

Artikel ini adalah publikasi tugas KKN TEMATIK USU dengan Dosen Pembimbing Lapangan Maya Fitria SKM., M.Kes.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses