KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Gelar Seminar Anti-Bullying di SDN Bojonggede

Jawa Tengah, Kendal502 Dilihat

Kendal, medianasional.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Seminar Anti-Bullying bagi siswa SDN Bojonggede, Kabupaten Kendal.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN dari Divisi Pendidikan dan Agama. Seminar bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying atau perundungan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Seminar diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6. Materi disampaikan oleh Serda Nur Khafidin yang membahas pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan menyesuaikan usia siswa agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Dalam penyampaiannya, Serda Nur Khafidin mengingatkan para siswa agar tidak melakukan tindakan perundungan terhadap teman.

“Tindakan bullying itu tidak bagus, adik-adik harus menghindari karena berakibat fatal, baik untuk pelaku maupun korbannya,” ujar Serda Nur Khafidin.

Pesan tersebut menekankan bahwa bullying bukan sekadar candaan. Perilaku mengejek, menghina, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan terhadap teman dapat menimbulkan dampak yang serius bagi korban maupun pelaku.

Para siswa kemudian diajak untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, menjaga perasaan teman, serta berani mengambil langkah yang tepat apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab bersama narasumber. Para siswa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman yang berkaitan dengan perundungan.

Seminar dikemas secara interaktif agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Mahasiswa KKN berupaya menciptakan suasana yang santai dan tidak kaku sehingga pesan mengenai bahaya bullying dapat diterima dengan lebih mudah.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi renungan yang dipandu oleh Auliani Aqlinabila. Sesi tersebut mengajak siswa melakukan refleksi mengenai perasaan seseorang ketika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain.

Melalui sesi renungan tersebut, siswa diajak menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta kesadaran untuk memperlakukan orang lain dengan baik.

Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap kegiatan Seminar Anti-Bullying dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan hubungan pertemanan yang positif.

Siswa juga diharapkan tidak melakukan perundungan, tidak ikut-ikutan ketika melihat tindakan bullying, serta berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dapat memberikan bantuan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan positif.

Pemahaman mengenai bullying yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan siswa untuk saling menghormati, menyayangi, menjaga perasaan, dan saling melindungi satu sama lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses