Kirab Budaya Astana Kuntul Nglayang, Gunungan Hasil Bumi Ludes Direbutkan Warga

Jawa Tengah, Kendal941 Dilihat

KENDAL – medianasional.id- Dalam kirab budaya Astana Kuntul Nglayang di Dukuh Protokulon Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan, gunungan hasil bumi dan jajanan pasar ludes diperebutkan ratusan warga, Kamis (02/01/25).

Sebelumnya, gunungan sayur mayur hasil bumi dan jajan pasar itu, diarak mulai dari lapangan bulu tangkis Dukuh Protokulon RT 2 RW 1, menuju ke pendopo makam Pangeran Juminah sejauh kurang lebih 3 kilometer.

Sesampainya di sana, gunungan kemudian didoakan oleh tokoh agama dan masyarakat, setelah itu dibagikan dan diperebutkan warga dari anak kecil hingga orang dewasa.

Ketua panitia, Prabowo Sumiarto, menyampaikan, kirab budaya Rajaban Astana Kuntul Nglayang sudah turun temurun dilakukan warga Dukuh Protokulon.

Dikatakan, acara keagamaan itu dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon di bulan Rajab dan telah berusia ratusan tahun. Sebelumnya, warga secara mandiri maupun kelompok melakukan tradisi Rajaban tersebut.

Dia mengharapkan, melalui kegiatan ini masyarakat mengenal budaya leluhurnya, dan tahu sejarah Pangeran Juminah yang seorang tokoh pendiri dan penyebar agama Islam di Kaliwungu.

“Sehingga masyarakat mempunyai jati diri dan tidak mudah terpengaruh budaya asing yang dapat merusak bangsa dan negara,” jelas Prabowo.

Ki Eko Pujiantoro, Juru Kunci Makam Pangeran Juminah menjelaskan, kirab budaya merupakan agenda tahunan tiap bulan Rajab yang merupakan wujud syukur kepada Tuhan YME, serta bentuk kekompakan gotong royong warga.

“Gunungan hasil bumi dan jajanan itu nanti diperebutkan. Itu dari warga kembali ke warga. Yang mengandung filosofi, bahwa hidup itu harus siap untuk berkompetisi dalam keberkahan demi masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Sriyati, Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kaliwungu Selatan berpesan, agar warga selalu melestarikan dan menjaga budaya ini, demi anak cucu nanti.

“Mari kita jaga dan lestarikan untuk anak cucu kita,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses