Kini Irdawati Dapat Bernafas Lega, Pemkab Mukomuko Cepat Tanggap

Bengkulu266 Dilihat

 

Kepala Dinas (Kadis) Sosial kabupaten Mukomuko, Herlian Saleh, S.Sos saat menjenguk keluarga Irdawati.

Mukomuko, redaksimedinas.com – Irdawati (47) salah seorang warga Desa Nelan Indah, kecamatan Teramang Jaya, kabupaten Mukomuko. Patut memanjatkankan puji serta syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa. Pasalnya, berkat pemberitaan di beberapa media online tersebut, pihak Pemkab Mukomuko langsung tanggap terhadap nasib yang selama belasan tahun lamanya diderita Irdawati, seorang pedagan ikan keliling tersebut.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) Sosial kabupaten Mukomuko, Herlian Saleh, S.Sos, setelah tahu dari pemberitaan tersebut, seketika itu juga pihaknya bergegas mempersiapkan segala sesuatu lantas menuju ke kecamatan Teramang Jaya, Desa Nelan Indah, dimana keberadaan keluarga miskin tersebut, bertempat. Serta diajaknya pula, kepala Badan Amal Zakat (BAZ) kabupaten setempat, yaitu Drs. Munir. M.Pdi, dengan tujuan guna memberikan bantuan terhadap warga kurang mampu tersebut.

“Ketika mengetahui berita itu, kami dari pihak Dinas Sosial, segera turun langsung ke lapangan. Dan saya ajak ketua BAZ Mukomuko Bapak Munir. Memang benar, keluarga tersebut tergolong keluarga tidak mampu. Istilahnya, mereka memang pada kenyataannya sesuai pemberitaan tersebut, memang hidup di bawah garis kemiskinan,” ujar Herlian.


Dikata Herlian, pada kepemimpinan sebelumnya bukan tidak pernah Pemkab Mukomuko memberikan bantuan kepada keluarga yang bersangkutan. Akan tetapi di dalam masalah pengobatan terhadap suaminya Irdawati yang bernama Mizaldi (49) tersebut.

 

“Sementara, masalah kehidupan sehari-hari memang terus terang kita tidak mengetahuinya. Karena tidak adanya, laporan kepada kita, berkenaan dengan kehidupan yang bersangkutan”, aku Herlian.

 

“Sewaktu kepemimpinan sebelumnya, pada zaman Bupati Drs. Ichwan Yunus, Pemkab Mukomuko pernah membantu untuk penyembuhan (Mizaldi) yang menderita sakit struke itu. Akan tetapi tidak ada perubahan juga. Sepertinya, tak bisa tersembuhkan lagi. Terus terang, kita juga merasa prihatin melihat kehidupan keluarga itu. Kalau terhadap suaminya Irdawati itu, kita akan kasih kursi roda, supaya dia bisa berjemur di luar rumah. Kalau mengurung diri di dalam kamar terus-terusan, rasanya semakin bertambah penyakitnya. Sementara untuk anaknya yang lumpuh tersebut, tidak termasuk dalam Kartu Keluarga (KK). Maka dari itu sudah kita mintai akta kelahirannya kepada bidan yang bersangkutan. Tentunya hal itu sudah kami serahkan kepada Dinas Dukcapil”, ujar Herlian Rabu (31/01).

Dijelaskan Herlian, anak – anak Irdawati, warga Nelan Indah itu, sebanyak Delapan orang. Dua orang diantaranya laki laki usia remaja, telah bekerja sebagai seorang nelayan, di Pantai Raja Wali (PRW), yang tidak seberapa jauh jaraknya dari Irdawati.

Rumah keluarga Irdawati.

“Memang keadaan rumah yang bersangkutan, tergolang tidak layak huni. Maka dari pada itu, kita telah mengupayakan agar rumah tersebut sesegera mungkin dilakukan pembedahan (Proram Bedah Rumah, red). Intinya, pihak Pemkab Mukomuko sangat respon terhadap permasalahan masyarakatnya, sebagaimana dari pemberiatan di media tersebut. Oleh karena itu, kami cepat – cepat kroscek, serta melihat kebenaran tersebut memang nyata adanya”, pungkasnya. (Aris)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses