Keunggulan Aspal Buton, Hemat Devisa 20 Triliun Rupiah.

354 views

Foto istimewah

Medianasional.id

Buton, Keunggulan Aspal alam pulau Buton terungkap saat kunjungan kerja (Kunker) Bahlil Lahadalia Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM-RI), dalam rangka meninjau beberapa perusahaan tambang aspal di Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bahlil Lahadalia menyebutkan “melihat potensi aspal alam Buton sangat luar biasa. Produksi aspal dinilai mampu menghemat devisa hingga Rp 20 Triliun bila dikelola dengan baik” katanya seperti dikutip media rubriksultra, Minggu (Februari, 28, 2021).

Aspal Buton merupakan aspal alami yang terdapat di Pulau Buton dan sekitarnya. Jumlah deposit cadangan Asbuton diperkirakan mencapai 650 juta ton, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil aspal alam terbesar di dunia. Diketahui di dunia hanya ada dua negara yang menghasilkan aspal alami yakni Trinidad dan Indonesia (Kemenko Kemaritiman dan Investasi).

Tentang aspal Buton yang ditemukan pada masa pemerintahan Belanda, tahun 1924 oleh seorang Geolog Belanda yang bernama W.H. Hetzel. Kemudian pada tanggal 21 Oktober 1924 konsesi penambangan aspal Buton selama 30 tahun diberikan kepada seorang pengusaha Belanda bernama A. Volker. Pengusahaan pertambangan aspal Buton, selanjutnya dilakukan oleh perusahaan Belanda N.V. Mijnbouw en Cultuur Maschappij Buton. Lalu kemudian, tahun 1926 sudah melakukan penambangan aspal Buton secara terbuka pada daerah Lawele Kecamatan Lasalimu dan Mantowu di Kecamatan Pasarwajo.

Pengelolaan aspal Buton setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1955 sempat jaya karena berada di bawah Jawatan Jalan-jalan dan Jembatan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga yang merupakan hasil nasionalisasi terhadap perusahaan Belanda. Sehingga, pada tahun 1961 dibentuklah Perusahaan Aspal Negara (PAN) untuk pengelolaan aspal Buton. Pada tanggal 30 Januari 1984, PAN berubah menjadi PT Sarana Karya (Persero).

Dari berbagai sumber terkait perubahan ini, diduga dilatar belakangi oleh menipisnya jumlah deposit dengan kandungan bitumen tinggi, sehingga diperlukan cara-cara baru untuk memproduksinya. Kadar aspal yang rendah menjadikan upaya pemanfaatan deposit aspal Buton tidak dapat dilakukan dengan cara-cara yang standar. Berbagai metode pemanfaatan aspal Buton seperti Latasir, Latasbum, asbuton curah, asbunton micro, Buton Mastic Aspal mulai ditinggalkan. Kontraktor jalan lebih menyukai menggunakan aspal minyak, karena metode produksi hotmixnya lebih efisien dan praktis.

Tetapi mulai tahun 2004, seiring dengan kenaikan harga minyak bumi yang harganya mencapai kisaran US$ 100 per barel, menjadikan harga aspal minyak juga ikut naik dengan sangat tajam. Hal ini memicu upaya-upaya untuk memanfaatkan kembali aspal alam dari Pulau Buton. Namun karena belum tersedianya teknologi pengolahan dan pemanfaatan yang handal dan ekonomis, akibatnya aspal Buton masih belum mampu bersaing dengan aspal minyak impor.

Nanti, dimasa pemerintahan Samsu Umar Abdul Samiun, SH dan Drs. La Bakry, M.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton, periode 2012-2017. Pada tanggal 24 Desember 2013 PT Wijaya Karya (Persero) mengakusisi 100% saham PT Sarana Karya dengan senilai Rp. 50 Milyar.

Sehingga, Nama PT Sarana Karya berubah menjadi PT Wijaya Karya Bitumen. Langkah pengambil alihan ini dilakukan untuk menunjang pertumbuhan bisnis PT Wijaya Karya Tbk, di bidang pembangunan infrastruktur yang meliputi pembangunan jalan-jalan tol, peningkatan jalan, dan pemeliharaan jalan di dalam negeri. PT Wijaya Karya Bitumen sekarang sedang mengembangkan teknologi ekstraksi aspal Buton, yang diharapkan akan dapat memproduksi aspal Buton “full” ekstraksi untuk menggantikan aspal minyak impor.

Pengelolaan aspal Buton kembali jaya dimasa pemerintahan Drs. La Bakry, M.Si dan Iis Eliyanti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton, sisa periode 2017-2022.

Pengelolaan pun, sekarang bukan saja PT Wika Bitumen (saham BUMN) tetapi ada beberapa perusahaan tambang aspal milik investor lokal, diantaranya, PT Karya Buana Buton di Desa Nambo, Kecamatan Lasalimu. Hal itu semua, tentu akan berdampak pada pengembangan ekonomi dan umumnya seluruh sektor di daerah. Apalagi dengan terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2021.

Dalam lampiran Permendagri 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2021, halaman 95-96 poin 5. Pemerintah daerah dalam pengadaan barang/jasa mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri guna memberikan kontribusi dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berkenaan dengan ketentuan tersebut, dalam rangka menjamin terlaksananya program pembangunan dan perservasi jalan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan jalan, Pemerintah daerah dalam membangun dan/atau pemeliharaan jalan harus mengutamakan aspal nasional berbasis aspal Buton (aspal alam dari pulau Buton) dalam upaya peningkatan penggunaan aspal Buton sebagai bahan tambah, bahan substitusi, dan/atau bahan pengganti aspal minyak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian aspal Buton menjadi perhatian investasi sektor pertambangan nasional ditengah masa pandemi Covid-19. Kebijakan dari Pemerintah pusat atas penggunaan aspal Buton sangat mendukung Visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton “Terwujudnya Kabupaten Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan”. Maka yang perlu dilakukan, lagi upaya penggunaan aspal Buton dapat ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan tersendiri, diantaranya, Undang-Undang, Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah secara khusus.

Dalam kunkernya, Bahlil Lahadalia, juga berharap Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya daerah Kabupaten Buton bisa menyuplai 50 persen kebutuhan aspal nasional. Hal itu diungkapkan saat menyerahkan SK Tax Holiday kepada PT Kartika Prima Abadi di Desa Suandala, Kecamatan Lasalimu.

Pengertian Tax Holiday adalah fasilitas pajak yang berlaku untuk perusahaan baru berdiri yang diberikan kebebasan pembayaran pajak penghasilan badan dalam periode tertentu. Tax holiday seringkali ditempatkan dalam industri tertentu untuk mendorong pertumbuhan. Tetapi, tidak semua industri bisa menikmati Tax holiday. Sang investor harus memenuhi syarat industri pionir, menciptakan banyak lapangan kerja, membawa teknologi baru, masuk kedaerah kecil dan terbelakang, dan memberikan nilai tambah bagi industri.

Sebagai harapan besar dengan kunker Kepala BKPM-RI di Lasalimu, menjadi awal bangkitnya aspal Buton secara nasional tahun 2021. Mari kita semua untuk terus mendorong dan mendukung pengelolaan sumberdaya alam kita (pulau Buton) menjadi harapan besar pada pendapatan negara khususnya di daerah.

Buton, 2 Maret 2021.

Penulis,
Ketua Forum Komunikasi Pemuda (FKP)
Kabupaten Buton, Sultra.

Buton Hemat Devisa 20 Triliun Rupiah. Keunggulan Aspal Buton

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.