Kerusakan Tanggul Kali Bodri Makin Mengkawatirkan

Kendal144 Dilihat

Kendal, medianasional.id Di beberapa hari sepekan ini, hujan terus menerus mengguyur wilayah Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Dan kondisi tanggul sungai Kali Bodri tepatnya di Desa Lanji terlihat semakin mengkawatirkan serta menimbulkan kecemasan bagi warga sekitar sungai Bodri di Kecamatan Patebon, terutama warga Desa Lanji yang rumahnya berada di dekat tanggul.

Dengan semakin mengkhawatirkan kondisi tanggul akan terjadinya longsor dan banjir karena luapan Sungai Bodri, maka warga Desa Lanji berinisiatif bergotong royong melakukan pemancangan di sisi dalam tanggul, jum’at 25/01/19.

Mereka menggunakan bambu dan sasak penahan serta mengurugnya dengan karung plastik berisi tanah, agar tanggul yang masih tersisa hanya 1 meter tidak longsor tergerus air.
Gotong royong tersebut juga mendapatkan dukungan dari Satgas ,PB BPBD Kabupaten Kendal, PUSDATARU Kabupaten Kendal, Babinsa Desa Lanji, perwakilan dari warga desa yang ada di Kecamatan Patebon

Di sela gotong royong Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Wiwid Andariyono S. SSTP
yang juga ikut terjun langsung bersama warga, saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa kekhawatiran warga tersebut sangat wajar karena jika sampai terjadi Sungai Bodri meluap dan menghantam tangggul yang masih tersisa sehingga jebol maka tidak ayal lagi banjir besar akan melanda sebagian besar desa yang ada di Kecamatan Patebon.

” Kerusakan tanggul ini seharusnya menjadi tanggungjawab kontraktor namun melihat kondisi yang ada saat ini, sangat tidak mungkin jika harus menunggu tindakan dari kontraktor. Apalagi musim penghujan masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama “, kata wiwid.

Sedangkan Camat Patebon Mugiono mengatakan bahwa untuk menyikapi kondisi tanggul yang sudah sangat kritis, dirinya sudah memerintahkan kepada seluruh kepala desa di Kecamatan Patebon, agar mengirimkan warganya sebanyak 3 orang untuk membantu warga Desa Lanji dalam gotong royong penanganan darurat tanggul yang longsor.

Sementara itu Kepala Desa Lanji Nurfaizun, menyampaikan rasa terimakasihnya atas atensi warga Kecamatan Patebon dan instansi yang terkait, yang telah membantu pengerjaan perbaikan tanggul meskipun dalam kondisi hujan deras.

Kades Lanji, Nurfaizun juga menyampaikan keluhannya atas tindakan pihak kontraktor yang dirasa kurang pro aktif di saat melaksanakan pembangunan tanggul, setelah selesainya pembangunan dan saat masa pemeliharaan bangunan.

” Dan yang lebih saya sayangkan, tadi saat gotong royong tidak ada satu orangpun dari pihak kontraktor yang datang di lokasi pembangunan tanggul, padahal bangunan tersebut masih menjadi tanggungjawab kontraktor “, kata Nurfaizun dengan nada sedikit kesal.

Seperti yang di lansir dari media online Tribunsatu.com di lapangan, pembangunan tanggul dengan konstruksi tiang pancang sepanjang 250 meter tersebut rusaknya cukup masif dimana longsor yang terjadi antara 75 – 80 meter dan tiang pancang serta penahan tiang pancang banyak yang putus.

Di duga penyebab terjadinya longsor, dikarenakan oleh kwalitas tanah urugnya yang tidak baik dimana tanah urugnya bukan tanah pilihan akan tetapi tanah latri atau sedimen yang ada di lokasi.

Reporter : Saerozim

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.