Kepala Dinas Dikpora Kampar Tepis Adanya Dugaan Pungli Pengurusan Pensiun Guru

Kampar, Riau370 Dilihat

Kampar, medianasional.id – Terkait adanya pemberitaan yang berjudul “Dispora Kampar Diduga Sarang Koruptor : Urus Pensiun Diminta Bayar Rp 500 Ribu” yang telah terbit di salah satu media pada Kamis, 31 Juli 2025. Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Iman Perama, S.Sos angkat bicara.

 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, H. Aidil, SH, M.Si, melalui Kasubbag Umum dan Kepegawaian Disdikpora Kabupaten Kampar, Iman Perama, S.Sos, ketika dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya menyampaikan untuk kronologi tepatnya tidak tahu.

 

“Tetapi yang bisa disampaikan, bahwasanya untuk pengurusan apapun namanya di kantor ini seperti kenaikan pangkat, pensiun, mutasi dan lain sebagainya itu tidak dipungut biaya sepersen pun, semuanya layanan disini itu gratis,” tegasnya. Jumat, (01/08/25).

 

Selanjutnya ditambahkan Iman Perama, “kalau ada guru, kepala sekolah, ataupun pegawai negeri yang berurusan di kantor ini. Dan di mintai uang oleh oknum di kantor ini laporkan ke pimpinan atau ke kantor ini segera. Terkait berita ini saya ketahui melalui media, pemanggilan sudah kita lakukan. Sudah kita minta klarifikasi, dan ibu Ani menyampaikan, bahwasanya isi berita yang beredar itu tidak benar adanya. Ibu Ani tidak pernah memungut uang dari siapapun, dan dia siap mempertanggungjawabkan ucapannya,” ujarnya.

 

“Saya sejauh ini meyakini itu, karena saya tahu betul seperti apa ibu Ani itu. Dia pegawai negeri yang profesional dimata saya. Pagi datang, pulang kerja tepat waktu, pekerjaannya selesai. Tidak ada masalah selama ini, dia ini sudah ibu – ibu, tahun besok sudah mau pensiun, yang tidak pernah aneh – aneh / tidak pernah macam – macam ibu Ani itu. Dan kepada ibu guru 03 Tanjung itu sudah juga dilakukan pemanggilan tadi oleh pak Kabid Admiral didampingi pak Akmal dan ada saya sendiri menceritakan seperti apa, tetapi tidak bisa saya sampaikan. Karena bukan kapasitas saya untuk menyampaikan seperti apa kronologis tepatnya, dan itu sudah diklarifikasi. Bahwasanya ibu itu pun dimintai keterangan tanpa sepengetahuannya,” ungkap Iman Perama, S.Sos.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses