Menggala, Medianasional.id – Semarak HUT ke- 26 Kabupaten Tulang Bawang, Pejabat Bupati Tulang Bawang Drs
Qurotul Ikhwan, MM, menerima Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas Festival budaya “Nyubuk Majeu” dengan peserta terbanyak berjumlah 1.320 orang. Acara tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Tulang Bawang, Selasa (14/03/2023).
ASN Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang yang mayoritas berdarah Lampung berinisiatif dengan mengadakan acara Festival MEGOW pak bertajuk “Nyubuk Majeu” berharap agar tradisi warisan budaya asli Tulangbawang ini tidak hilang atau punah ditelan zaman.
Peserta Festival “Nyubuk Majeu” bernama Dessy Santy (40) Warga Menggala selatan dan Abah Helmi Tahir (80) ketika dikonfirmasi menceritakan sebuah tadisi “Nyubuk Majeu” merupakan tradisi budaya Masyarakat Lampung di Menggala kabupaten Tulang Bawang yang berjuluk Sai bumi Nenggah Nyapour.
Adapun diceritakan, “Nyubuk Majeu ini merupakan tradisi dan budaya yang biasanya dilakukan pada malam hari biasanya dilakukann rombongan ibu-ibu atau gadis, keluarga mempelai wanita dan diharuskan memakai penutup wajah (sarung) yang hanya terlihat matanya saja”, cetusnya.
“Sekelompok ibu-ibu menutupi wajah pakai kain Sarung hanya terlihat matanya saja datang dari pihak keluarga pengantin wanita yang ingin melihat langsung kondisi seorang anak gadis atau pengantin wanita setelah sebambangan/Lapah Ngelakei atau akhir Masa Gadisnya yaitu sebelum dilakukan prosesi upacara adat yang dilakukan di kediaman mempelai pria. Tradisi “Nyubuk majeu” ini biasanya dilakukan pada malam hari,” jelasnya.
“Nyubuk majeu juga merupakan suatu momen yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga besar mempelai wanita maupun mayarakat yang datang secara berkelompok, dengan tujuan dapat melihat suasana batiniah dan lahiriah dari sang calon pengantin wanita,” tuturnya.
Selanjutnya, “ketika rombongan pengantin Wanita Nyubuk Majeu biasanya identik dengan seraya Berkata ”Soraaak Ee.!! ”
Tradisi khas ini merupakan sebuah isyarat secara emosional ibu-ibu (Nyubuk Majeu) keluarga dari sang pengantin wanita, seyogyanya merestui dan mendoakan kedua mempelai,” jelasnya.






