INDRAMAYU, medianasional.id – Fenomena musim kemarau panjang membuat kondisi air di Waduk Bojongsari, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, menyusut drastis hingga memicu sedimentasi parah. Berdasarkan pantauan pada Senin (9/8/2026), waduk yang memiliki luas sekitar 15 hektare tersebut kini mengalami kekeringan di sebagian besar areanya, dan debit air hanya tersisa di bagian hilir.
.
Warga setempat menilai dampak kemarau tahun ini jauh lebih ekstrem dibandingkan periode sebelumnya. Bagian tengah waduk yang biasanya digenangi air kini telah berubah menjadi hamparan daratan lumpur yang mengering.
.
Kondisi pendangkalan yang masif ini terkonfirmasi dari kawanan burung kuntul yang mulai berburu ikan di area tengah waduk. Tarjana (49), salah seorang pedagang di sekitar lokasi, menjelaskan bahwa kehadiran burung-burung tersebut menjadi indikator visual bahwa perairan telah berubah menjadi sangat dangkal.
.
Menurut Tarjana, selain faktor cuaca, ledakan populasi tanaman eceng gondok menjadi pemicu utama cepatnya penyusutan air. Tanaman gulma tersebut dituding merusak ekosistem dan menghentikan sirkulasi air waduk. Mengingat pembersihan secara manual sulit dilakukan, warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan menurunkan alat berat.
.
Krisis air ini diperparah oleh kondisi hulu di Sungai Cimanuk Lama yang menjadi pemasok utama air waduk. Aliran sungai dilaporkan mati total akibat penyumbatan sampah, lumpur, dan eceng gondok.
.
Situasi ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan petani lokal. Pasalnya, Waduk Bojongsari merupakan tumpuan utama irigasi bagi ribuan hektare lahan persawahan di wilayah Kabupaten Indramayu. Warga kini hanya bisa berharap musim penghujan segera tiba untuk memulihkan fungsi vital waduk tersebut.






