Mandailing Natal, Medianasioanl.id – Meskipun tidak mudah karena tingkat kesuburan rendah, lahan bekas tambang tetap berpotensi dialihfungsikan menjadi lahan Produktif. Kelompok Tani Saroha Kel.Pasar Kotanopan telah melaksanakan komitmennya dalam mengelola lahan bekas tambang melalui pertanaman padi sawah yang berkelanjutan di lahan bekas tambang untuk kedua kalinya, Senin (09/03).
Hal ini menunjukkan lahan bekas tambang dapat dioptimalkan menjadi lahan produktif yang berkontribusi membangun kemandirian yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Koordinator BPP Hutarimbaru Kotanopan Arya Benni Daulay, S.Pt mengatakan, “tantangan terberat adalah mengubah lahan kritis pasca tambang menjadi lahan pertanian yang produktif. Proses ini membutuhkan perencanaan dan upaya yang lebih rumit dari kegiatan revegali pasca tambang yang hanya melibatkan penataan lahan penanaman kembali”, katanya.
Salah satu anggota kelompok tani Saroha Maraginda Hakim sangat berterima kasih atas kegiatan ini dan akan terus berkomitmen melaksanakan pertambahan Luas Tambah Tanam padi di wilayah Saba Arambir ini.
Babinsa Koramil-14 hadir mendampingi kegiatan ini sebagai wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan.
Kegiatan ini didampingi dari BPP Hutarimbaru Kotanopan untuk memfasilitasi adopsi teknologi seperti benih unggul, Pemupukan dan pengamatan POPT, PPL juga berfungsi sebagai motivator, edukator dan mediator serta mengadakan pertemuan kelompok tani untuk diskusi.
Arya memaparkan, “Dalam tanam padi ke-II ini, kami sangat berharap panen raya nantinya hasilnya lebih baik meningkat dari tanam padi pertama,” tutupnya.






