
Mukomuko, redaksimedinas.com – Ketua Nasional Corruption Watch (NCW) cabang Mukomuko Zilatan Asikin, S.Sos, mengatakan, bahwasanya telah lama masyarakat kabupaten setempat, mengeluhkan keberadaan BBM bersubsidi, jenis premium mengalami kekurangan, setiap harinya. Terlebih pada SPBU yang terdapat di kecamatan Penarik kabupaten Mukomuko. Perihal tersebut dikatakan Zilatan Asikin, belum lama ini kepada redaksimedinas.com.
Menurut patauan pihaknya, menjelang tengah malam premium di SPBU tersebut, bisa melakuan pengisian. Karena pasokan BBM tersebut jelang tengah malam dilakukan pembongkarannya. Akan tetapi, pada siang harinya, BBM bersubsidi jenis peremium tersebut, mengalami kehabisan. Penyebab kehabisan premium itu, pada siang hari, kata pria yang akrab disapa Asikin itu, dirinya menduga pihak SPBU lebih mementingkan para pembeli (Pengecer) yang menggunakan jerigen. Hal itu dilakukan pembelianya, pada tengah malam.
“Sebagai pembuktian, saya pernah ingin melakukan pengisian BBM jenis premium bersubsidi di SPBU itu, pada siang hari. Akan tetapi hal itu telah mengalami, kehabisan. Asumsi serta dugaan saya, pembeli yang menggunakan jerigen itu lebih diutamakan. Karena KR atau fee-nya kemungkinan lebih besar”, ungkap Asikin.
Dikonfirmasi, kepala BUMD kabupaten Mukomuko Tusri, Minggu (25/2) yang sekaligus sebagai pihak kepercayaan di SPBU Penarik, tempatnya berada di kawasan KJS. Tusri membantah keras, bahwa pihaknya disebutkan lebih mementingkan pembeli yang menggunakan jerigen. Sedangkan menyangkut soal KR-nya, Tusri mengakui tidak tahu jelas, mengenai persoalan tersebut. Dan kekurangan itu terjadi menurut Dia, karena masalah pasokan yang lebih sedikit. Diungkapkannya pula, dirinya tidak mengetahui, jumlah pasokan BBM dari pihak pertamina, untuk sekabupaten Mukomuko.
“Sebenarnya persoalannya tidak seperti itu. Kekurangan itu, karena menyangkut pembagiannya yang kurang. Dalam satu hari cuma satu unit truck fusso tangki, yang memasok minyak bersubsidi tersebut untuk SPBU kami itu. Kalau masalah KR, pembelian yang menggunakan jerigen, itu yang saya tidak jelas. Yang jelas untuk pembelian menggunakan jerigen, tidak benar kita dahulukan. Tetap kita dahulukan pembeli yang menggunakan kendaraan. Bisa saya jamin itu, mobil yang paling kita dahulukan. Boleh sama-sama kita buktikan”, demikian Tusri memaparkan, bertempat di kantor Sekretariat Pemkab Mukomuko. (Aris)




