Lampung Barat. Medianasional.Id- Kecewa karena janji pembangunan dari pihak terkait yakni Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tak kunjung terealisasi, puluhan warga Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat, bersama Pemerintah Pekon, dibantu warga dari pekon sekitar yang selalu menggunakan akses jalan tersebut bergotong-royong melakukan perbaikan jalan yang berlubang dengan cara diampar semen sepanjang 125 meter Rabu (12/2/2025).
Puluhan warga setempat berjibaku melakukan perbaiki setiap lubang jalan yang kondisinya rusak parah sepanjang 125 Meter yang sangat memperihatinkan, ruas jalan utama menuju salah satu pekon tertua (pekon tuha) yang masuk dalam wilayah adat di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong Lampung.
Pekon yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai petani sudah sejak lama mandambakan akses jalan yang memadai guna menunjang aktifitas keseharian warga, apalagi jalan yang rusak tersebut merupakan jalan satu-satunya menuju pusat pekon, seperti diketahui selain salah satu Pekon Tertua pekon gunung sugih juga kaya akan hasil bumi menyimpan begitu banyak potensi, seperti budaya dan wisata alam yang indah namun sampai saat ini potensi itu tidak bisa digali secara maksimal terkendala akses jalan yang buruk.
Salah satu warga menuturkan bahwa selama 15 tahun terakhir akses jalan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan baik dari Pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi maupun Pemerintah kabupaten Lampung Barat meskipun berulang kali diusulkan.
“Kalau usulan mungkin udah satu lemari untuk minta perbaikan jalan namun usulan tinggal usulan, pokonya 15 Tahun akses jalan ini tidak pernah diperbaiki,”ucapnya.
Masih kata warga yang minta indentitasnya dirahasiakan dengan nada menohok mengatakan kita terbuai dengan janji-janji manis pemerintah untuk perbaikan jalan.
“Setiap kali diusulkan baik di Kecamatan maupun di kabupaten selalu nanti kita usahakan tapi dimana, janji tinggal janji, realisasinya tidak ada sampai detik ini, maka inisiatif warga agar jalan itu tidak putus dan bisa dilalui juga tidak membahayakan penguna jalan warga menimbun bahkan “susuian” (iuran) untuk membeli pasir dan semen agar jalan bisa di lalui,”ungkapnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat agar bisa melakukan perbaikan terhadap jalan yang kondisinya rusak parah, tanpa menunggu viral dan menjadi sorotan publik.






