Kapolres Ternate Beri Motivasi Kepada Santri Pondok Pesantren Harisul Khairat

Maluku Utara309 Dilihat
Kapolres Ternate Saat memberitakan materi penyuluhan kepada para Santri Pondok Pesantren Harisul Khairat Bumi Hijrah

Ternate, medianasional.id – Penyuluhan Revolusi Mental dengan motivasi “AYO Bangkit, Saya Bisa” merupakan sebuah langkah inovatif yang di gagas oleh Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda demi membangun karakter anak bangsa menuju generasi yang kuat dan bernilai dalam rangka terwujudnya Kamtibmas yang Kondusif, yang diberikan kepada para Santri Pondok Pesantren Harisul Khairat Bumi Hijrah Tidore Kepulauan, Selasa,(9/7/2019).

Dimana kegiatan yang dilaksanakan Polres Ternate itu, adalah bagian dari Program “PELITA GAMA MAITARA” yaitu Polisi Peduli dan Cinta Generasi Muda Maluku Utara dengan sebuah terobosan yang kreatif dibidang tugas preemtif dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Dalam penyuluhan dengan motivasi membangun karakter, dilatarbelakangi oleh situasi Kamtibmas di wilayah hukum Maluku Utara yang belum sepenuhnya kondusif dengan adanya seringkali oknum masyarakat masih mengkomsumsi minuman keras, perkelahian dan pengeroyokan, KDRT, pencabulan, dan kurangnya budaya patuh dalam berlalu lintas, serta kenakalan remaja.

Hal ini juga perlu di tingkatkan demi perubahan sikap perilaku dan terbangunnya karakter positif untuk generasi muda Malut yang akan menjadi modal dasar bagi kesuksesan dimasa depan.

Dalam materi penyuluhan, Kapolres menyampaikan berbagai cara membangun motivasi generasi muda menjadi orang sukses di masa depan dengan menanamkan karakter positif serta membentuk sikap perilaku generasi muda yang santun, saling menghormati, selalu bersyukur, patuh hukum serta kuat dan pantang menyerah.

Ia bahkan mengingatkan kepada para santri bawasannya masa depan itu, tergantung apa yang kita lakukan hari ini hingga esok hari nanti. Karena masa depan adalah milik mereka yang menyiapkannya diri dari sekarang. Bukan tugas kita untuk merubah dunia ini, tapi diri masing-masing punya kewajiban untuk mengajak diri sendiri dan orang lain untuk berpikir baik, berucap baik dan berbuat baik dengan cara-cara yang baik dengan penuh kesabaran.

Lanjut dia, semua orang punya masalah dan yang membedakannya adalah bagaimana orang tersebut menyikapi dan menghadapi masalah dengan menerpa dirinya. Sekecil atau sebesar apapun masalah yang kita hadapi harus mampu bangkit, karena sering kali kita cendrungan jika ditimpa masalah adalah lebih sering menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan yang Maha Kuasa.

“Sebelum kita menyalahkan apa dan siapa maka perlu kiranya kita melihat kisah-kisah hidup orang-orang yang lebih susah dari kita tapi mereka berhasil menjadi orang yang sukses. Kita perlu belajar dari kisah hidup mereka,” Ucap Kapolres di selah selah memberikan materi.

Lanjut dikatakan kapolres, sebagai contoh adalah kisah hidup Nick Vujinic yang fenomenal. Seorang yang terlahir tanpa tangan dan hanya memiliki kaki yang sangat kecil untuk berdiri. Tapi sekarang, dia sudah sukses menjadi motivator dan pembicara tingkat internasional yang membuat seorang Nick tetap bertahan dan sukses hingga saat ini adalah: HARAPAN, selama masih ada harapan maka selama itu pula kita akan berjuang.

Kapolres memberikan beberapa tips yang dapat memunculkan harapan dalam diri para santri. Pertama adalah dengan Merubah Paradigma. Hal ini sangat penting karena Paradigma mampu mempengaruhi Pikiran seseorang (positif atau negatif), Pikiran kemudian akan menjadi tindakan, dari tindakan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan melahirkan budaya dan budaya akan membentuk karakter. Yang kedua adalah kita harus fokus pada tujuan hidup kita, oleh sebab itu buatlah tujuan pasti dalam hidup anda, fokus dengan tujuan hidup tersebut, jangan salah bergaul, dan harus mampu mengelola gaya hidup. Yang ketiga adalah hidup adalah pilihan, ingatlah bahwa hidup itu tergantung kita karena dunia tidak akan menangis kalau kita gagal, juga tidak akan tertawa kalu kita sukses maka jangan pernah bergantung dengan orang lain.

Ciptakan motivasi dalam diri kita sendiri, karena motivator yang baik dan hebat adalah diri anda sendiri. Ibarat naik sepeda, kita harus tetap mengayuh agar kita tidak jatuh, atau seperti naik sampan dimana kita harus tetap mendayung agar kita tidak hanyut bahkan tenggelam.

Pada kesempatan ini pula Kapolres, menjelaskan tentang fakta-fakta sukses, bahwa sukses itu tidak berkaitan dengan usia, sukses itu tidak berkaitan dengan warna kulit, bangsa, keturunan dan agama, sukses itu tidak berkaitan dengan (cacat) fisik, sukses itu tidak berkaitan dengan tingkat pendidikan, dan sukses itu tidak berkaitan dengan latar belakang keluarga (kaya/miskin). Namun ada hal-hal yang dapat kita tiru dari orang-orang sukses yaitu karakter-karakter positif yang ada dalam diri mereka yakni kedisiplinan, kejujuran, konsistensi, komitmen, tanggung jawab dan integritas. Karakter positif hanya akan terbentuk melalui kebiasaan yang berulang dan tahap awal yang paling berperan dalam pembentukan karakter adalah kemampuan mengelola kecerdasan emosional dan spiritual.

Kapolres mengajak untuk melihat sekeliling kita, lihatlah dunia sekeliling kita, sungguh rahmat begitu melimpah, sungguh lebih dari cukup untuk bersyukur. Tuhan telah memberi semua yang kita perlukan, tubuh yang sehat, keluarga, sahabat, sekolah, rejeki yang cukup. Oleh sebab itu mari bersyukur lebih banyak, mengeluh lebih sedikit, saling memberi semangat, bergandeng tangan, itulah hidup yang penuh berkah. Sadari bahwa Tuhan Yang Maha Sempurna telah memberikan anugrah kepada kita kesempurnaan untuk menjalani hidup, syukurilah dan peliharalah serta manfaatkan untuk membantu sesama. Marilah selalu bersyukur sebab dengan bersyukur kita akan merasa makmur dan bahagia.

Diakhir penyuluhannya, Kapolres mengajak para santri untuk merenung, merefleksi diri atas apa yang sudah dilakukan selama ini kepada orang tua. Hal menarik terjadi pada moment ini, karena disinilah waktunya para santri tersentuh hatinya bahkan menangis berurai air mata ketika mendengarkan kata demi kata yang disampaikan oleh Bapak Kapolres. Beberapa santri tak kuasa menahan air mata mereka, hati mereka benar-benar tersentuh dan terharu.

“Jagalah pikiranmu karena akan menjadi kata-katamu, jagalah kata-katamu karena akan menjadi sifatmu, jagalah sifatmu karena akan menjadi sikapmu dan jagalah sikapmu karena akan menjadi nasibmu. Ingatlah bahwa tidak ada yang akan berubah dalam kehidupan seseorang dengan sikap yang tidak berubah. Ayo kita berubah, mulai dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari sekarang juga. Salam Perubahan untuk Generasi Muda Maluku Utara dan Indonesia yang Lebih Baik. “Ayo Bangkit, Saya Bisa”, ajak Kapolres.

Kapolres mengajak para santri agar bekerja keras dan belajar agar menjadi orang yang sukses demi untuk mengangkat harkat dan martabat orang tua, diri sendiri dan keluarga.

Safrin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses