JPL 54 Resmi Beroperasi, Kendal Bidik Zero Accident di Perlintasan Kereta Api

KENDAL – medianasional.id- Pemerintah Kabupaten Kendal meresmikan operasional Pos rel kereta JPL atau Pos Jaga Jalur Perlintasan Langsung 54 di desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, sebagai upaya konkret meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat saat melintas di jalur kereta api. Langkah ini sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2025 yang menekankan pentingnya layanan transportasi yang selamat dan berkelanjutan.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa keselamatan transportasi adalah isu prioritas yang memerlukan perhatian serius dan dukungan infrastruktur yang memadai. Dengan mulai beroperasinya Pos JPL 54, ia optimistis risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan bahkan menuju target zero accident. Fasilitas pos yang lebih nyaman juga diyakini akan mendukung kinerja petugas jaga agar semakin profesional.

Bupati tak lupa mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin mematuhi rambu-rambu di area perlintasan. Ia menyoroti kebiasaan sebagian pengguna jalan yang menerobos palang meski alarm sudah berbunyi. “Sering kali kecelakaan terjadi karena terburu-buru dan kurang sabar. Padahal keselamatan jauh lebih penting,” tegasnya.

Selain JPL 54, Pemkab Kendal menargetkan pembangunan pos jaga lainnya yang telah mendapat rekomendasi Kementerian Perhubungan, seperti JPL-40 di Desa Karangmulyo dan JPL 72 di Desa Penaruban. Bupati juga menyebut adanya rencana kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk penerangan jalan umum, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Bupati Kendal mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan. Ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD Kendal yang ikut mendorong proses dari perencanaan hingga peresmian. “Semoga kolaborasi positif ini terus berjalan, karena keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Muhammad Eko, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 17 titik palang pintu kereta api di Kendal yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Penjagaan tersebut masih dilakukan secara sederhana dan belum dilengkapi bangunan pos jaga yang memadai. “Sejumlah titik itu berada di Penaruban dan Payung Tamansari Kecamatan Weleri, dan kondisinya memang masih sangat minim fasilitas,” ujarnya.

Eko menambahkan, terdapat empat titik yang hingga kini belum dijaga sama sekali. Salah satunya berada di jalur Ngasinan, Kecamatan Weleri, serta di Karangmulyo, Kecamatan Pegandon. “Yang belum sama sekali dijaga ada empat titik. Ini tentu menjadi perhatian kami karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Purworejo, Ahmad Zaini, mengaku sangat bersyukur dengan terealisasinya pembangunan pos jaga di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang setiap hari melintasi jalur perlintasan. “Alhamdulillah, usulan yang sejak lama kami ajukan akhirnya terwujud. Selama ini warga menjaga secara swadaya,” ujarnya.

Zaini menjelaskan bahwa pembangunan pos jaga ini sudah lama menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan hadirnya fasilitas tersebut, warga kini merasa lebih aman saat melintas. “Keberadaan palang pintu membuat masyarakat tidak lagi was-was ketika melewati perlintasan,” tuturnya.

Ia juga berharap langkah ini dapat mendorong perkembangan desanya, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Desa melalui BUMDes yang mengelola wisata kolam renang. “Jika lingkungan semakin aman, aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata tentu akan meningkat,” tambahnya.

Selain itu, Zaini meminta agar penerangan jalan di sekitar lokasi perlintasan dapat segera dipenuhi. “Kami juga berharap lampu jalan bisa direalisasikan karena ini menjadi perhatian masyarakat, terutama untuk keselamatan pada malam hari,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses