JIKF (Jogja International Kite Festival) 2025 Salah Satu Bukti Wisata dan Tradisi Yogyakarta Makin di Kenal Mancanegara

DI.Yogyakarta115 Dilihat

Bantul, medianasional.id – Diawali dengan kirab budaya serta tari gedruk dan di lanjutkan dengan menerbangkan layang layang perdana Merah Putih oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan di dampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, Anggota DPRD DIY, Andriana Wulandari, Paniradyo Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 resmi di buka, Sabtu (26/7/2025).

Bupati Bantul dalam sambutannya mengaprsiasi JIKF 2025 yang bertaraf Internasional, dan di gelar di Parang kusumo, merupakan salah satu ajang untuk memperkenalkan kreatifitas para pelayang yang ada di Nusantara, dan juga wisata serta kesenian tradisional yang ada di Yogyakarta.

Dengan demikian kedepannya bisa meningkatkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs. Imam Pratanadi, juga turut memberikan apresiasi atas dukungan nyata dari Pemkab Bantul, khususnya komitmen Bupati Bantul dalam mensukseskan JIKF.

“Kami ucapkan terima kasih atas komitmen Bupati Bantul. Kegiatan ini sangat sejalan dengan visi dan misi Gubernur DIY dalam pengembangan wisata di wilayah selatan Yogyakarta.

Parangkusumo dipilih karena sangat ideal untuk penyelenggaraan festival berbasis Internasional yang di dukung dwngan kondisi angin dan terbuka seperti ini sehingga kegiatan akan berjalan lancar,” jelasnya.

Paniradya Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho, menambahkan bahwa JIKF merupakan salah satu program tahunan yang terus dikembangkan dan sudah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara.

“Kami menyambut baik semoga kegiatan ini benar-benar bisa membawa manfaat bagi seluruh masyarakat. Harapannya, dari tahun ke tahun penyelenggaraan makin baik dan kunjungan wisatawan ke Bantul makin meningkat,” kata Aris.

JIKF Tahun ini, menghadirkan peserta dari enam negara, yaitu Amerika Serikat, Slovenia, Slovakia, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. Masing-masing negara mengirimkan tim pelayang yang menampilkan sekitar 35 layang-layang untuk kategori ekshibisi.

Selain peserta mancanegara, JIKF 2025 juga diikuti oleh 35 klub pelayang nasional yang datang dari berbagai daerah seperti Cilacap, Kebumen, Muntilan, Magelang, hingga Kotabaru (Kalimantan Selatan). Tak kurang dari 200 layang-layang nasional ikut serta dalam berbagai kategori perlombaan, mulai dari: layang-layang tradisional, termasuk layangan khas Jogja: Pancungan, kategori dua dimensi dengan desain beragam, kategori tiga dimensi, tren layang-layang berbentuk naga.ungkap Anang saryanto selaku ketua panitia.

 

(Wid)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses