Jaringan Server E-KTP Ngadat, Pelayanan Tidak Maksimal

Bengkulu262 Dilihat

 

Mukomuko, redaksimedinas.com – Hampir satu Minggu, pihak Dinas Dukcapil kabupaten Mukomuko, tidak maksimal dalam melayani masyarakat, mengenai pelayanan tehadap pembuatan E-KTP. Karena, sedang mengalami gangguan pada jaringan sitem server. Perihal itu terjadi sejak hari Senin (22/01) lalu.

Hal tersebut dibenarkan, oleh Kabid (Kepala Bidang) Pengelola Informasi Adminitrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil kabupaten Mukomuko, Syamsir, S.Sos. Dirinya mengakui, kendala yang terjadi tersebut, diakibatkan peralatan pembuatan E-KTP itu sudah cukup umur atau lawas. Peralatan tersebut, yakni dari tahun 2013 lalu, belum mengalami penggantian sampai sekarang. Terutama printer khusus untuk pencetakan E-KTP itu, hanya terdapat 2 unit, ujarnya.

“Namun, pada saat kejadian itu, kita telah dan langsung melaporkan kepada pihak Pusat. Untuk saat ini, Dukcapil memakai peralatan yang lama, bantuan dari Pemerintah pusat (pempus). Sementara, Pempus hanya satu kali mengadakan bantuan tersebut. Setelah itu, kewajiban Pemkab setempat, untuk mengadakannya. Terlebih untuk pencetakan E-KTP, printer yang ada cuma dua unit. Sebenarnya, pihak kita sudah mencoba, mengajukan usulan kepada Pemkab, dari tahun 2015 lalu, sampai dengan sekarang perihal tersebut belum terkabulkan”, ungkap Syamsir.

Syamsir mengakui, persolan itu tentunya sangat prinsip. Karena menyangkut soal pemberian pelayanan kepada khalayak banyak.

“Akan tetapi masalah itu, diperkirakan selesai pada hari ini. Soalnya, kita tinggal menunggu lisensi aplikasi dari Pusat. Yang mudah-mudahan hari ini, akan dikirim oleh pihak Pusat,” harap Syamsir, Kamis (25/01/2018).

Di ruang yang berbeda, pada hari yang sama, Sektaris Dukcapil Drs. Yandaryat mengatakan, memang pihaknya telah mengusulkan serta mengajukan detail perlatan untuk pembutan E-KTP tersebut. Akan tetapi, mulai diajukan di dalam APBD, pada tahun 2017, yang tidak terealisasikan.
Dijelaskannya, adapun dana yang diajukan pihaknya, terkait untuk pembelian peralatan E-KTP sebanyak Rp 2,31 milyar. Dengan rincian, untuk pembelian Kamera DSLr Canon EOS 1200, server E-KTP, Fingerscan B-SCANTenfrint, Iris BMT-20, SignatreGem LCD 1×5, Smart Card Reader E-KTP duali DE-620L, Scure Access Module (SAM), Restransfer Film E-KTP Faragi HID 75203, Ribbon Color E-KTP Farago HID 75202, Smart Card Reader E-KTP Len CDR-eKTP01, Cleaning KIT E-KTP Farago 89200, dan Pelican 1510 with Foam.

“Dana tersebut di include kan, untuk penggantian Peralatan E-KTP di delapan kecamatan. Terdapat peralatan yang hilang sama sekali, yaitu di kecamatan Air Dikit, karena kemalingan beberapa tahun yang lalu. Tujuh kecamatan lainnya yakni, Pondok Suguh, Teramang Jaya, Teras Terunjam, Malin Deman, Selagan Jaya, Air Manjuto, dan kecamatan IV Koto, sekedar penambahan perlengkapannya. Memang untuk kecamatan Air Dikit, kita ajukan pembelian peralatannya secara utuh. Karena hilang total tak tersisakan. Maksud dan tujuan kita, agar pihak kecamatan bisa melayani pembutan E-KTP. Jadi masyarakat yang dari Kabupaten Kota, supaya bisa mendapakan E-KTP di kecamatan masing-masing,” demikian Tandaryat. (Aris)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses