Jangan Abaikan Kesehatan Jantung, Dokter RSUD Soewondo Kendal Ungkap Tips Olahraga hingga Pola Makan

KENDAL-MEDIANASIONAL.ID- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal memperingati Hari Jantung Sedunia 2026 dengan menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi pasien dan pengunjung rumah sakit, Rabu (30/9/2026).

Peringatan yang mengusung tema “Don’t Miss a Beat” atau “Jantung Sehat, Hidup Lebih Kuat” tersebut diisi dengan penyuluhan mengenai kesehatan jantung, pentingnya olahraga, pola hidup sehat, hingga edukasi bantuan hidup dasar bagi pasien yang mengalami henti jantung.

Edukasi Olahraga untuk Pasien Jantung

Dokter Spesialis Jantung RSUD dr Soewondo Kendal, dr Aprihati, SpJP, mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September 2026.

“Penyuluhan ini memang dalam rangka peringatan Hari Jantung Sedunia. Kami mengedukasi tentang pentingnya olahraga untuk kesehatan dan bagaimana tips olahraga untuk pasien jantung. Selain itu, kami juga memberikan edukasi tentang bantuan hidup dasar pada pasien dengan henti jantung,” kata dr Aprihati.

Menurutnya, olahraga menjadi salah satu hal yang dianjurkan, baik bagi masyarakat sehat maupun pasien yang telah memiliki penyakit jantung. Aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran dan memperpanjang usia harapan hidup pasien.

Ia menjelaskan, prinsip olahraga bagi pasien jantung dapat menggunakan konsep FITT, yakni frequency, intensity, time, dan type. Frekuensi olahraga dianjurkan sekitar tiga sampai lima kali dalam sepekan dengan intensitas yang disesuaikan kondisi masing-masing pasien.

“Target denyut jantungnya sekitar 50 sampai 70 persen dari denyut jantung maksimal berdasarkan usia. Durasi olahraga sekitar 30 menit setiap kali berolahraga. Kalau kondisi pasien memungkinkan, waktunya bisa dibagi menjadi beberapa sesi,” jelasnya.

Pilihan Olahraga Disesuaikan Kondisi

Untuk jenis olahraga, lanjut dr Aprihati, pasien dapat memilih aktivitas seperti jalan santai, jalan cepat, berlari, bersepeda, berenang hingga latihan beban. Namun, pilihan dan intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

“Bisa dengan jalan kaki, jalan cepat, lari, sepeda, berenang atau angkat beban. Untuk latihan beban, sebaiknya dimulai dengan beban yang rendah terlebih dahulu dan disesuaikan dengan kondisi pasien,” ujarnya.

Sementara itu, dr Deviena Gabriela Nugroho, SpJT, menambahkan bahwa penderita penyakit jantung perlu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk memantau kondisi tubuh dan faktor risiko lainnya.

“Cek rutin berkala, seperti nadi dan tekanan darah. Kemudian periksa juga penyakit lainnya, seperti gula darah, kolesterol dan asam urat,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam atau natrium dan makanan berlemak. Sebaliknya, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta mencukupi kebutuhan tidur.

Peringati Hari Jantung Sedunia 2026, RSUD dr Soewondo Kendal edukasi masyarakat tentang pentingnya olahraga, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan jantung

Kateterisasi untuk Kondisi Tertentu

Dr Deviena menjelaskan, tindakan kateterisasi jantung dapat dilakukan pada pasien dengan indikasi tertentu, khususnya ketika terdapat gejala yang mengarah pada penyempitan pembuluh darah koroner atau kondisi akut seperti serangan jantung.

“Penanganannya dengan tindakan untuk melihat di titik mana pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan. Kemudian dievaluasi apakah perlu dilakukan pemasangan ring jantung atau tidak. Kalau penyumbatannya tidak signifikan, maka tidak dipasang ring,” jelasnya.

Sementara itu, Arindha Rahmawati, Spesialis Gizi RSUD dr Soewondo Kendal, mengingatkan penderita penyakit jantung agar lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari, terutama konsumsi garam.

“Untuk penderita jantung, konsumsi garam sehari tidak lebih dari setengah sendok teh. Minum juga tidak terlalu banyak, kemudian daging-daging olahan sebaiknya dihindari. Perbanyak sayuran dan buah-buahan,” katanya.

Arindha juga mengingatkan konsumsi kacang-kacangan tetap perlu diperhatikan porsinya. Menurutnya, meski mengandung protein nabati, makanan tersebut tetap sebaiknya dikonsumsi secara wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.(#)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses