Jalan Poros Paguyangan–Kedungoleng Diperbaiki Pascalongsor, Proyek Senilai Rp387 Juta Mulai Berjalan

Brebes, Jawa Tengah1783 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Pekerjaan rekonstruksi Jalan Poros Paguyangan–Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, mulai dilaksanakan pasca terjadinya longsor yang sempat memutus akses jalan dan menghambat mobilitas masyarakat. Proyek perbaikan tersebut kini tengah berjalan dengan anggaran sebesar Rp387.024.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Brebes.

Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu, Srihartanti, mengatakan pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut telah berlangsung hampir tiga minggu. Perbaikan dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai jalur penghubung penting bagi masyarakat di wilayah Paguyangan dan sekitarnya.

“Pekerjaan ini sudah berjalan hampir tiga minggu,” ujar Srihartanti saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan proyek dipercayakan kepada CV. Nonet Persada dengan masa kontrak pekerjaan mulai 9 Juni hingga 7 Agustus 2026. Adapun nomor kontrak pekerjaan tercatat sebagai 0003.2/PPK-UPT_BMY/SPK/VI/2026.

Menurut Srihartanti, volume pekerjaan fisik akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan konsultan pengawas apabila diperlukan penambahan ruang lingkup pekerjaan guna memastikan hasil yang optimal.

“Volume pekerjaan fisik disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Mengingat nilai anggaran yang cukup besar, kami akan terus berkoordinasi dengan konsultan pengawas apabila diperlukan penambahan ruang lingkup pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, masyarakat menyambut baik dimulainya perbaikan jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat longsor. Warga berharap proyek tersebut tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menghasilkan kualitas konstruksi yang baik dan tahan lama.

Fakih, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pekerjaan, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum yang telah merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya pelaksanaan pekerjaan sesuai standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Kami berharap proses pekerjaan jangan hanya asal selesai tepat waktu. Konstruksi harus benar-benar mengikuti kaidah teknis dan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Aspek keselamatan selama pengerjaan juga harus diperhatikan, karena semua rincian tersebut sudah tercakup dalam nilai kontrak pekerjaan,” kata Fakih.

Menurutnya, kualitas pekerjaan akan sangat menentukan daya tahan jalan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kontraktor pelaksana diminta bekerja secara profesional dan tidak menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, warga juga berharap pengawasan dari dinas terkait maupun konsultan pengawas dilakukan secara maksimal. Pengawasan yang ketat dinilai penting agar penggunaan anggaran tepat sasaran, hasil pekerjaan sesuai perencanaan, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Dengan dimulainya rekonstruksi ini, masyarakat berharap akses transportasi yang sempat terganggu akibat longsor dapat kembali normal serta mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah Brebes Selatan. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses