Dairi, medianasional.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi di minta jangan hanya terfokus pada bencana besar saja. Penanganan bencana jalan longsor di Desa Bakal Julu tepatnya di Dusun Namontrep Kecamatan Siempatnempu Hulu Kabupaten Dairi di nilai pilih kasih, soalnya belum lama ini pemkab Dairi melalui BPBD langsung melakukan penanganan serius secara gerak cepat terhadap bencana banjir di Desa Kuta Buluh yang terjadi pada hari Minggu tanggal 27 Bulan Agustus lalu, hal ini berbanding terbalik dengan penanganan bencana jalan longsor di Besa Bakal Julu Dusun Namontrep yang sudah 6 Bulan lebih terjadi sehingga menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah hanya akan bergerak cepat pada bencana besar saja.
Akibat rusaknya jalan ini warga mengaku mengeluarkan biaya tambahan dalam menjual hasil buminya kepada toke, anak sekolah juga menjadi terganggu berangkat ke sekolah karena sopir enggan masuk menjemput anak sekolah sehingga para orang tua terpaksa berangkat pagi-pagi menghantar anak-anaknya dengan mengendarai sepeda motor hingga ke jalan raya menunggu angkot ke sekolah yang di tuju.
Menurut warga jalan longsor yang di perkirakan sepanjang kurang lebih 20 meter ini sudah terjadi selama 6 bulan lebih dan sudah 2 kali di laporkan oleh kepala desa ke BPBD Kabupaten Dairi kemudian pihak BPBD mengatakan akan melakukan penanganan sementara atau darurat, tetapi masyarakat merasa keberatan atas usul tersebut karena jalan ini merupakan jalan utama yang setiap harinya di pergunakan oleh warga.
Mirisnya lagi, perbaikan jalan ini pernah di janjikan oleh seorang anggota DPRD Dari Partai Nasdem Kabupaten Dairi pada saat melakukan reses ke desanya, selain itu juga warga mengatakan sudah banyak warganya yang sudah menjadi orang berpengaruh namun desanya terkesan terabaikan. seperti yang di sampaikan oleh, Ama Riama Banjar (59) bersama dengan Supeno Pasaribu (35) warga namontrep kepada media.
“Kami harus mengeluarkan uang tambahan untuk menjual hasil panen ke toke, karena toke harus mengintari kampung ini melalui jalan lain, selain itu anak sekolah terpaksa kami antar jam enam pagi ke simpang sana, supir tidak mau lagi masuk ke sini,” kata Ama Riama Banjar.
Tambahnya lagi, hape sak godang akka na matpangkat sian Huta on ( padahal sudah banyak orang dari desa ini sudah jadi ) seperti, mantan ketua KPUD Sumut, M Banurea, anggota DPRD kabupaten Dairi Alpriansyah ujung, R Capah mantan Dirut RS Sidikalang, dan masih banyak lainnya, dulu pas ada reses ada anggota dewan berjanji mau mengaspal jalan ini semua sama jalan juma gunung di bulan Juli tahun ini tapi sampai sekarang tidak ada, lirih Ama Riama Banjarnahor yang sesekali di timpali Supeno Pasaribu.
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Dairi Hotmaida Butar-butar saat akan di mintai komentarnya, tidak dapat di hubungi karena telepon seluler miliknya tidak tersambung.
Kepala Desa Bakal Julu, Sahala Boiner Situmorang ketika di temui di kantornya oleh awak media ini ( senin/18/09/2023) mengamini apa yang telah di keluhkan oleh warganya dan dirinya mengakui sudah 2 kali melaporkan permasalahan jalan longsor di desanya itu kepada BPBD Kabupaten Dairi dan BPBD, kata kades yang akrab di sebut Boy ini bersedia melakukan penanganan sementara.
“Kita sudah dua kali melaporkan kejadian ini kepada pihak bencana daerah (BPBD) tetapi penanganan yang akan di lakukan hanya penanganan sementara, padahal warga kita sangat menginginkan secara permen karena jalan itu merupakan akses utama pintu keluar masuk,” ujar Boy.






