Indramayu, medianasional.id – Janji BPH Migas dan Pertamina untuk menormalkan pasokan BBM bersubsidi di seluruh Nusantara kembali dipertanyakan oleh masyarakat. Kelangkaan Pertalite dan Solar yang kembali berulang membuat warga gerah terhadap alasan “stok aman” dan tudingan panic buying yang kerap dilontarkan pihak otoritas.
.
Berdasarkan pantauan harian konsumen, banyak SPBU kehabisan stok dan hanya menyisakan antrean panjang tanpa kepastian. Kondisi ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang merasa dianaktirikan di negeri sendiri. Warga mencontohkan keberadaan Kilang Balongan Indramayu sebagai kilang terbesar se-Asia Tenggara yang seharusnya menjamin ketahanan energi rakyat, bukan justru membuat masyarakat “mati di lumbung padi”.
.
Kini, publik menuntut langkah nyata dari pemangku kebijakan untuk segera menyelesaikan sengkarut distribusi ini secara permanen.






