
Raja Ampat, medianasional.id – Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-3 (tiga) masa kepemimpinan pasangan FIRMAN (Faris
Manuel) sapaan singkat Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) dan Wakilnya Manuel Piter Urbinas dikemas sangat sederhana. Namun, terlihat begitu meriah. Acara puncak HUT FIRMAN ketiga tahun 2019 dipusatkan disalah satu ikon Raja Ampat, tepatnya di pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Senin (18/2/19).
Informasi yang dihimpun media nasional, rangkaian kegiatan HUT FIRMAN kali ini diisi dengan berbagai perlombaan antara lain, tari tambang, lomba balap karung,lari marathon dan juga lomba jalan santai.
Bukan itu saja, panitia juga memberikan kupon doorprize bagi peserta jalan santai dan menyiapkan hadiah-hadiah yang menggiurkan antara lain, tiga buah sepeda motor, kulkas, tv dan berbagai hadiah lainnya yang akan diberikan bagi peserta yang beruntung.
Ketua panitia HUT FIRMAN, Julianus Mambraku dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan berdasarkan SK Bupati, rapat bersama dan keputusan bersama pada,senin 11 Februari 2019 di ruang Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Raja Ampat.
Dijelaskan, sumber dana kegiatan berasal dari DPA OPD Bagian Keuangan Setda Raja Ampat, dan partisipasi seluruh
pihak.
“HUT FIRMAN bertemakan “Bersama FIRMAN Kita Menuju Raja Ampat Yang Gemilang”,dan tujuan kegiatan ini untuk
memperingati hari masa kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat terpilih 2016-2021,” kata
Julianus Mambraku. saat membacakan laporannya dihadapan ribuan pasang mata yang menghadiri acara puncak HUT FIRMAN ketiga.
Di tempat yang sama, Sekda Raja Ampat, Yusuf Salim mewakili Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat mengatakan, pada tahun ketiga masa kepemimpinan FIRMAN, ada beberapa catatan penting yang ingin disampaikannya.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan beberapa program unggulan yang telah dicapai FIRMAN, yaitu mengikut sertakan kelompok nelayan dan petani atau pekerja non upah dalam jaminan hari tua dan jaminan keselamatan kerja,” ujar Yusuf Salim.
Menurutnya, program tersebut menjadi sorotan nasional karena satu-satunya kabupaten di Indonesia, yaitu Raja Ampat yang mengikutsertakan seluruh masyarakat desa dalam jaminan hari tua dan kecelakaan.
Selain itu, lanjut Yusuf Salim, program yang sudah terlaksana yakni, pembangunan rumah ibadah, baik itu rumah ibadah bagi umat kristiani maupun umat muslim, dan juga hal lain yang menjadi sorotan yaitu program Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).
“Kami sadar betul, bahwa hari ini banyak pertanyaan yang muncul di facebook, instagram yang mempertanyakan tentang TPP, sebuah program baru pasti perlu proses, waktu,” jelasnya.
Namun, sambung Yusuf Salim,TPP saat ini sedang dalam proses karena program tersebut harus ada persetujuan dari
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) dan itu sudah berjalan tinggal menghitung hari saja itu contoh beberapa program penting yang telah dibuat FIRMAN.
Ia menambahkan, kita sadari,ada beberapa program pembangunan yang telah disetujui Bupati sampai saat ini belum dapat dilaksanakan pihaknya (Pemkab Raja Ampat Red).
“Bila dalam tiga tahun dalam kepemimpinan pemerintahan ini ada hal-hal yang tidak berkenan dihati seluruh masyarakat Raja Ampat, kami memohon maaf,” terangnya.
Yusuf Salim juga mengharapkan kritik dan saran dari masyarakat,semua pihak. Karena kritik dan saran adalah bagian dari dukungan, bukan perlawanan.
Sementara Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU), menyampaikan permohonan maaf pada HUT FIRMAN ketiga ini karena Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas tak dapat hadir.
“Informasi yang saya dapat, beliau lagi mengantar istrinya yang sedang sakit, sehingga hari senin ini beliau berangkat
ke Sorong,” kata AFU.
Dalam sambutannya AFU mengatakan,HUT FIRMAN ketiga ini kita terus melakukan evaluasi, pembenahan, penilaian sampai sejauh mana yang sudah pihaknya lakukan dan sampai sejauh mana yang belum diperbuat.
Dikatakannya, aturan yang diterapkan saat ini memang sedikit ketat. Oleh karena itu pihaknya selalu mengantisipasi untuk tidak melakukan atau melanggar aturan yang sudah diberlakukan. Inilah yang menjadi hambatan.
“Kalau ditahun sebelumnya,aturan tidak terlalu ketat kami bisa sedikit leluasa mengembangkan berbagai kebijakan. Namun, kami (FIRMAN) optimis bisa memberikan yang terbaik untuk Raja Ampat,” kata AFU.
Untuk itu, tambah AFU, pihaknya mengharapkan dukungan dari semua pihak. Karena sukses program Pemerintah itu karena dukungan masyarakat semua pihak.
Tak lupa AFU menyampaikan, permohonan maaf jika di tahun ketiga masa kepemimpinannya terdapat hal-hal yang
tidak berkenan dihati masyarakat Raja Ampat. (Zainal)







