Hindari Praktik Percaloan, Mahasiswi KKN Undip Edukasi Masyarakat Gunakan Aplikasi New Sakpole

Batang1084 Dilihat

Batang, medianasional.id
Mahasiswi KKN Tim II UNDIP gelar sosialisasi tentang pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara cepat dan efisien menggunakan
aplikasi NEW SAKPOLE di Halaman Rumah Pak Hery, Dukuh Tegalsari, Desa
Wonotunggal, Kec.Wonotunggal, Kab.Batang.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Ighanatusy Syarifah mahasiswi Jurusan Akuntansi Perpajakan Fakultas Sekolah.
Sosialisasi tersebut dilakukan bertepatan dengan kegiatan Posbindu Dukuh Tegalsari, Desa Wonotunggal Kamis, (10/08/2023).

Program sosialiasi tersebut dilatarbelakangi karena adanya kurangnya pemahaman
masyarakat Desa Wonotunggal mengenai pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online dengan aplikasi NEW SAKPOLE.

Ighanatusy Syarifah, mahasiswi Jurusan Akuntansi Perpajakan mengatakan, kegiatan ini dikandung maksud untuk meningkatkan kepatuhan kesadaran pembayaran Pajak ‘ Bermotor (PKB) khususnya di Desa Wonotunggal.

Dalam menghadapi target penerimaan pajak, yang salah satunya adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pemerintah daerah Jawa Tengah mengeluarkan terobosan baru berupa aplikasi pembayaran PKB Online, yaitu NEW SAKPOLE.

” Aplikasi tersebut berfokus pada sistem pembayaran PKB dan dapat di unduh melalui playstore di semua smartphone berbasis android. Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga bisa digunakan dalam hal pengesahan STNK,” bebernya saat memberikan sosialisasi.

Lebih lanjut, mahasiswi KKN Undip itu menjelaskan, para warga sekitar antusias dalam mengikuti sosialisasi yang disampaikan melalui presentasi power point dengan menggunakan proyektor sehingga terpapar dengan jelas.

Sosialisasi ini membahas terkait pengertian PKB, subjek dan objek PKB, pengalokasian PKB, manfaat
PKB, jenis PKB, cara menghitung PKB, tata cara pembayaran PKB.

” Dengan hadirnya aplikasi NEW SAKPOLE ini, masyarakat semakin mudah, praktis, dan efisien dalam mengurus pajak motor online atau bahkan kendaran bermotor lainnya,” ucapnya.

Lanjutnya, bahwa pmilik kendaraan tidak perlu mendatangi Samsat untuk mengurus pajak kendaraannya. Ini merupakan salah satu bentuk upaya
dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Wonotunggal melalui Pendidikan informal terkait penggunaan teknologi informasi dalam mendapatkan pelayanan publik.

Hal tersebut sejalan dengan salah satu tujuan dari SDGs yaitu tercapainya pendidikan yang bermutu.

Sementara itu, Hery mengatakan, Era digitalisasi saat ini memudahkan para pengguna untuk melakukan transaksi, termasuk juga pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui aplikasi NEW SAKPOLE.

” Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat juga menggunakan aplikasi ini agar
lebih efisien,” ujar Pak Hery selaku warga Dukuh Tegalsari.

Aplikasi NEW SAKPOLE memudahkan wajib pajak membayar pajak dan terhindar dari denda keterlambatan. Bagi wajib pajak yang berada di luar kota pun bisa tetap membayar
lewat aplikasi ini.

Ighanatusy Syarifah berharap, dengan berakhirnya acara sosialisasi ini diharapkan masyarakat Desa Wonotunggal semakin termotivasi untuk melaksanakan kewajiban membayar pajak kendaraannya secara
tepat waktu, dan menghindarkan masyarakat dari praktek calo.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses