KENDAL – medianasional.id- Hasil pemeriksaan oleh Inspektorat soal ambruknya bangunan Pasar Sementara Weleri 1 di Terminal Bahurekso, Kepala Dinas Perdagangan Kendal menyebutkan tidak ditemukan kesalahan dan pelanggaran dalam pengerjaan oleh pihak ketiga.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, Senin, (15/11/2021).
Menurutnya, pembangunan pasar sementara di Terminal Bahurekso sudah selesai sesuai perencanaan dan sudah serah terima sementara pekerjaan.
“Pekerjaan sudah dinyatakan selesai dan hasilnya sudah seratus persen diterima. Namun pada saat pembayaran, sebagian bangunan pasar tersebut ambruk, akibat angin kencang katanya. Setelah diperiksa oleh inspektorat dan sebagainya, dinyatakan tidak ada kesalahan. Baik perencanaan maupun pekerjaan. Cuma pihak inspektorat meminta agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” terang Ferinando.
Selain itu, Inspektorat meminta kepada Dinas Perdagangan untuk memerintahkan kepada konsultan perencana agar berkonsultasi dengan PU, bangunan yang kuat seperti apa.
“Dulu PU sudah menyetujui gambar yang pertama. Artinya tidak ada masalah. Untuk itu kita bersama mencari solusi agar hal seperti itu tidak terjadi lagi (kalau terkena angin tidak mudah roboh-red) dan gambar juga sudah diperbaiki,” ujarnya.
Ferinando menegaskan, tugas pihak ketiga untuk memperbaiki, sesuai gambar yang sudah dibuat.
“Saat ini sedang dalam perbaikan sesuai gambar yang sudah diperbaiki dan target kami akhir bulan ini (November-red) sudah harus selesai,” tandas Ferinando.
Sebagi penutup Kepala Disdag Kendal menyebut, terkait relokasi para pedagang. Pihaknya akan melaksanakan relokasi pedagang di minggu kedua bulan Desember mendatang.
“Saat ini masih pembenahan terkait masalah air dan juga terkait soal kebutuhan listrik, kita sudah tambah daya dan sebagainya. Yang jelas pertengahan bulan Desember ini para pedagang sudah menempati pasar sementara,” pungkas Ferinando.
Seperti diketahui, pasar Weleri 1 habis terbakar pada tanggal 12 November 2020. Sudah satu tahun peristiwa tersebut, namun hingga kini para pedagang belum juga menempati relokasi pasar.
Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri 1 Bangkit, Suwarno mengatakan, terkait dengan rencana relokasi para pedagang, dari paguyuban pedagang mengajukan beberapa tuntutan. Diantaranya pengerjaan relokasi segera dirampungkan.
Selain itu, para pedagang juga minta lokasi pasar Weleri 1 masih utuh di tempat semula (pasar kobong).
“Kemudian baik kios maupun los hak pedagang harus tanpa biaya alias gratis. Yang terakhir, hak tempat pedagang seperti kepemilikan semula, baik dlm jumlah dan ukuran,” paparnya.(AERO)






