Hari Kedua Operasi Zebra Candi, Satlantas Polres Kendal Berikan 70 Teguran, Pelanggaran Didominasi Tak Pakai Helm

KENDAL- medianasional.id- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal terus mengintensifkan Operasi Zebra Candi 2025. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Selasa (18/11/2025), petugas memberikan 70 teguran kepada pengendara yang melakukan berbagai pelanggaran lalu lintas.

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, menegaskan bahwa dalam operasi ini pihaknya mengedepankan langkah preventif. Imbauan dan teguran menjadi prioritas sebelum penindakan lebih lanjut dilakukan. Menurutnya, kesadaran masyarakat merupakan kunci terciptanya keselamatan berlalu lintas.

Dalam catatan Polres Kendal, pada hari kedua pelaksanaan operasi, terdapat satu kejadian kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, 70 pengendara mendapat teguran atas pelanggaran seperti tidak memakai helm, melawan arus, serta berbagai pelanggaran lain yang berpotensi menyebabkan kecelakaan maupun meningkatkan fatalitas korban.

Petugas berikan teguran pelanggar lalulintas

AKP Panji mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan dan rambu lalu lintas. Ia mengingatkan bahwa keselamatan berkendara bermula dari diri sendiri. “Keluarga menunggu di rumah, jadi sebelum bepergian agar memperhatikan kembali kelengkapan kendaraan dan keselamatannya,” ujarnya di Polres Kendal.

Tidak hanya di jalan raya, Satlantas Polres Kendal juga menggencarkan penyuluhan ke sekolah-sekolah tingkat SMP, SMA, hingga Madrasah Aliyah. Imbauan ditujukan kepada siswa yang berangkat sekolah menggunakan sepeda motor agar memahami pentingnya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebelum berkendara.

“Jadi kami imbau kepada seluruh adik-adik, lengkapi dulu. Kalau sudah cukup umur dan melewati proses registrasi serta identifikasi pengemudi, baru boleh mengendarai kendaraan bermotor,” jelas AKP Panji.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung keselamatan berkendara bagi anak-anak. Orang tua diminta tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM.

“Lebih baik diantarkan atau bisa menggunakan transportasi umum yang ada,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses