Harga Pertalite Eceran di Dairi Melonjak Rp15.000 per Liter, Pengawasan Pemkab dan Polisi Dipertanyakan

Dairi1449 Dilihat
DAIRI, medianasional.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pedagang eceran dan Pertamini di Kabupaten Dairi mengalami lonjakan tajam. Berdasarkan pantauan pada Selasa (21/7/2026), harga yang semula berada di kisaran Rp12.000 per liter kini menembus Rp15.000 per liter. Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat, khususnya para pengendara roda dua dari kalangan ekonomi lemah.
Lonjakan harga di tingkat eceran ini diduga kuat dipicu oleh kelangkaan pasokan Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Setiap hari, antrean panjang kendaraan selalu mengular di berbagai SPBU setempat. Muncul dugaan adanya praktik penimbunan oleh oknum masyarakat dan pengusaha eceran demi meraup keuntungan pribadi. Modus yang digunakan adalah pengisian tangki kendaraan secara berulang-ulang (lansir).
Kesulitan memperoleh BBM di SPBU resmi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pedagang ketengan untuk menaikkan harga jual secara sepihak, dengan dalih kompensasi atas waktu antre yang menghabiskan waktu berjam-jam.
Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan salah seorang petugas SPBU yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia membenarkan bahwa antrean panjang menjadi alasan utama para pengecer melambungkan harga.
“Harga resmi di SPBU sebenarnya masih tetap Rp10.000 per liter. Namun, karena proses mendapatkan minyak sulit dan mereka harus mengantre lama, makanya harga eceran dinaikkan,” ujarnya.
Kenaikan drastis ini langsung berdampak pada kantong warga. Salah seorang pengendara sepeda motor mengaku terkejut saat harus membayar Rp15.000 untuk satu liter Pertalite di pedagang eceran.
“Tadi pas mengisi minyak saya terkejut karena harganya Rp15.000 per liter, padahal biasanya hanya Rp12.000. Bagi kita masyarakat kecil, kondisi ini sudah sangat keterlaluan,” keluhnya.
Di sisi lain, lambatnya respons dari otoritas terkait memicu kritik tajam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi beserta aparat kepolisian setempat dinilai “membisu” dan belum mengambil tindakan tegas untuk mengurai antrean di SPBU maupun menertibkan harga eceran yang kian mencekik masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses