Bungo, medianasional.id – Sumber air merupakan salah satu penopang hidup bagi masyarakat, dengan banyaknya kegunaan sumber air tersebut baik itu untuk air minum, untuk mencuci dan lain sebagainya.
Seharusnya sebagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Bungo yang nota bene sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bungo harus dapat memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat sebagai pelanggan tetap PDAM, namun tidak begitu yang dirasakan masyarakat di sekitar Sungai Mengkuang Ilir Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.
Hal ini dikeluhkan warga Sungai Mengkuang Ilir terhadap perusahaan milik daerah ini dikarenakan setiap bulannya mereka bayar kewajibannya, namun air sudah hampir dua tahun air tidak mengalir dengan lancar.
Warga menuntut agar ada solusi yang cepat dan tepat dalam mengatasi masalah air PDAM yang dialami warga Sungai Mengkuang Ilir ini.
Sebagai masyarakat yang sudah puluhan tahun menjadi pelanggan PDAM sudah sepatutnya dapat menikmati air tersebut, namun sudah dua tahun belakangan ini, masyarakat tidak merasakan adanya air sebagai kebutuhan sehari hari.
Menurut salah seorang warga sebut saja R yang juga Pengurus Musholla Baiturahman Sungai Mengkuang Ilir , kepada media ini mengatakan belakangan ini air tidak pernah lagi hidup.
“Warga disini sangat membutuhkan air, apa lagi menjelang bulan Ramadhan ini, semua masyarakat akan melakukan sholat tarawih disini, maka dari itu air sangat dibutuhkan untuk mengambil air wudhu dan lain sebagainya,” keluhnya.
Kalau tidak ada air gimana tu, ini tempat ibadah, masyarakat terkadang harus mengambil air wudhu dirumahnya masing-masing, tapi kalau air tidak pernah lagi hidup, susah juga pak,” tambahnya.
Dikatakannya lagi, kami sangat membutuhkan air pak, kami sekeluarga terkadang mandi cuma 3 hari sekali itupun kalau hujun turun, begitu juga dengan mencuci pakaian, sering kali menumpuk dan kami hanya bisa mencuci seminggu sekali,” pungkasnya dengan nada sedikit emosi.
Disamping itu menurut penjaga sekolah SD 64/II Rimbo Tengah yang masih berada dikawasan Sungai Mengkuang Ilir, sebut saja (A) kepada media ini juga mengatakan mereka sudah merasakannya hampir dua tahun sejak dirinya bertugas di sekolah tersebut.
“Kalau kami pak, air merupakan organ vital bagi sekolah ini, di mana para guru dan siswa sangat membutuhkan air, baik itu buang air besar dan kecil,” katanya.
Karena tidak adanya sumber air di sekolah ini, terpaksalah kami beli air ke kantor PDAM, setiap dua minggu sekali dengan dana swasembada dari guru guru disini untuk beli air per tangki 60 ribu rupiah,” terangnya.
“Padahal sekolah ini sudah puluhan tahun sebagai pelanggan tetap PDAM, inikan berarti tidak ada tindakan dari petugas PDAM, surat laporan pengaduan sudah sering kami antarkan ke kantornya langsung, tapi cuman di anggap sampah aja sama orang kantor itu bang,” tuturnya kepada media ini.
“Nah sekarang itu yang jadi pertanyaan buat saya bang, apa gunanya kita sebagai pelanggan tetap PDAM, kalau harus juga beli air per tangkinya, dan kemana uang itu perginya, apakah masuk kas Kabupaten Bungo atau masuk kantong petugas kantor PDAM tersebut, coba dikalikan setiap bulan dikali lagi berapa pelanggan yang sering membeli air ke kantor PDAM, banyak itu bang,” terangnya.
Dikatakannya lagi bahwa pihak sekolah telah memenuhi kewajibannya untuk melunasi setiap bulannya tagihan air tersebut, tetapi air tidak pernah dipakai oleh sekolah tersebut, namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak PDAM Muara Bungo.
Menanggapi hal tersebut Ketua RT 16 Dusun Sungai Mengkuang angkat bicara mengenai penderitaan warganya yang memiliki penduduk sebanyak 150 Kartu Keluarga (KK).
“Menurut saya air memang sangat dibutuhkan oleh warga tidak perlu lagi kita perdebatkan tentang kegunaannya, karena air merupakan kebutuhan hidup, sedangkan PDAM Muara Bungo tidak dapat melayani kebutuhan warga kami sebagai mana mestinya,” tuturnya.
Oleh karena itu solusinya yang harus kita carikan antara lain, Pemerintah Daerah Bungo jangan tutup mata karena semua itu termasuk salah satu tugas Bupati sebagai Kepala Daerah bagaimana cara meningkatkan pelayanan untuk menenuhi kebutuhan hidup contohnya air untuk warga Sungai Mengkuang Ilir yang sudah lama menderita mengenai pelayanan PDAM ini,” pungkas Burhanuddin selaku ketua RT 16 Dusun Sei Mengkuang. (*)







