Mataram, medianasional, NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, membakar semangat Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi NTB untuk merebut kembali tradisi prestasi gemilang di kancah nasional.
Hal tersebut ditegaskan Miq Iqbal saat meninjau langsung Pemusatan Latihan (Training Center) Kafilah MTQ Nasional XXXI Provinsi NTB di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram, Senin (13/7/2026). Kehadiran orang nomor satu di NTB ini menjadi suntikan motivasi besar bagi para peserta sebelum bertolak ke Semarang, Jawa Tengah, untuk berlaga pada 11–20 September 2026 mendatang.
Gubernur yang didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, H. Amir, bernostalgia bahwa Bumi Gora pernah menjadi kiblat kekuatan utama dalam ajang MTQ Nasional.
“Saya ingat betul saat saya masih kecil, setiap nama NTB disebut dalam ajang nasional, daerah lain merasa waswas karena kita hampir selalu masuk tiga besar. Kemuliaan, martabat, dan rasa hormat itu harus kita rebut kembali,” kenang Miq Iqbal di hadapan para peserta, pelatih, dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB.
Bagi Miq Iqbal, ikhtiar ini bukan sekadar mengejar trofi juara, melainkan bagian dari misi besar melahirkan generasi Qur’ani yang berkelanjutan. Pemprov NTB pun berkomitmen memperkuat sistem pembinaan lewat pembenahan organisasi LPTQ agar lebih terarah.
Lebih jauh, ia mencanangkan visi besar agar NTB tidak cuma populer dengan julukan Pulau Seribu Masjid atau destinasi alamnya saja, tapi naik kelas menjadi pusat rujukan belajar Al-Qur’an di tanah air.
“Saya ingin orang datang ke NTB bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk belajar Al-Qur’an. Kita ingin NTB menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani sekaligus menjadi rujukan pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia,” tegasnya optimis.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi NTB, TGH. Dr. Sabarudin, menjelaskan bahwa Training Center kali ini diikuti oleh 58 peserta terbaik hasil seleksi ketat. Mereka digembleng oleh 16 pelatih ahli untuk bertarung di 8 cabang musabaqah dan 21 golongan.
Seluruh peserta menjalani pembinaan intensif dengan sistem evaluasi harian demi mengukur kesiapan fisik dan mental. Proses pendampingan ini dipastikan terus berlanjut, baik secara tatap muka maupun daring (online), hingga hari H pelaksanaan di Semarang.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Miq Iqbal berpesan agar para peserta selalu menjaga kedisiplinan, kekompakan, dan kesehatan. Ia juga mengapresiasi dedikasi luar biasa dari tim pelatih dan jajaran pengurus LPTQ NTB.
“Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan tanamkan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan yang terbaik,” pungkas Gubernur NTB.






