Bantul, medinasional.id – Beredarnya kabar tentang Kelakuan seorang kakek berinisial KL (65) di Yuwono Kalurhan Triharjo Pandak Bantul yang tega lecehkan seorang anak di bawah umur, yang masih berstatus siswi sekolah dasar (SD) Semakin melebar.
Menurut keterangan Wt (35) sebagai orang tua korban, kejadian terungkap karena kecurigaan seorang guru dengan obrolan teman-teman dengan korban S(12), yang selalu membawa uang saku banyak. Kepada gurunya ia menyampaikan bahwa diberi uang oleh seorang kakek yang juga masih tetangga korban tapi beda RT. Dia juga bercerita bahwa kadang di ajak di ruang tamu kadang juga di kamar, kakek tersebut meraba raba payudara dan kemaluannya, dan katanya juga sempat memasukkan sesuatu tapi nggak tau itu apa, ungkap orang tua korban dengan terbata-bata.
Dan yang lebih menyedihkan lagi sebagai orang tua baru tahu setelah mendapat informasi tersebut. Bapak korban juga mengakui semenjak pisah dengan istri, dan saya sendiri juga fokus kerja, sehingga anak merasa kurang mendapatkan perhatian, dan ternyata kejadian tersebut sudah sekitar 2 bulan yang lalu, dan baru terungkap kurang lebih dua minggu yang lalu, sedangkan korban kalau di tanya hanya diam dan menangis, ujarnya saat di temui awak media Senin (6/1/2025).
Dari pihak keluarga pelaku juga sempat mencoba untuk mengajak damai dan meminta maaf, namun keluarga korban tetap kukuh biar proses hukum tetap berjalan, “wong tuo ngendi sek tego nek anake wedok di gawe koyo ngono (orang tua mana yang tega anak gadisnya diperlakukan seperti itu),” ungkapnya.
Dan sampai saat ini kesulitan untuk mendapatkan pengakuan korban karena kalau di tanya hanya menangis dan diam, tutupnya.
“Sebagai tetangga saya juga was was jika tidak di proses secara hukum akan menimbulkan korban lain,” ungkap tetangga yang enggan di sebutkan namanya.
Selaku Dukuh Yuwono Sukijan membenarkan kejadian tersebut, dan katanya juga sudah sempat mediasi tapi pihak keluarga tetap menghendaki untuk di proses secara hukum.
Selain itu, warga banyak yang menghendaki proses hukum harus tetap berjalan biar tersangka mendapat imbalan yang setimpal dengan perbuatannya, ungkapnya.
Saat awak media mau menemui pihak pelaku, tetangga menyampaikan kalau kakek KL saat ini sudah tidak di rumah, dan di ungsikan ke rumah anaknya yang lain.
Kejadian tersebut juga sudah di laporkan ke petugas PPA Bantul. Mendapat laporan dari warga bahwa telah terjadi pelecehan terhadap anak, Selasa (7/1/2025) satgas PPA DIY segera koordinasi dengan yang lain, dan bertindak cepat dengan segera mengambil tindakan dengan mendatangi keluarga korban dan segera Mambawa korban untuk di lakukan visum di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Berhubung perkara ini sudah jadi pendampingan PPA Bantul, maka perkara ini saya limpahkan kembali meski kami sudah antar visum korban ke RSUD Bantul kepada PPA Bantul, jelas Yose selaku satgas PPA DIY.
Beliau juga menyampaikan bahwa hari Kamis (9/1/2025) di UPTD akan ada pertemuan dengan pihak keluarga korban, tambahnya.
Setelah menghadiri pertemuan di UPTD Bantul Kamis (9/1/2025) orangtua korban menyampaikan bahwa masih menunggu Bu Retno dari psikolog PPA Bantul, ungkapnya.
(Wid)






