Kampar, redaksimedinas.com -Kamis (18/01/2018), anggota UPTD Puskesmas Salo Kabupaten Kampar, dikejutkan dengan adanya dugaan maling yang bersembunyi diatas Atap loteng tepatnya diatas atap toilet perempuan yang terjadi pada hari Senin (15/01/2018), ternyata salah seorang stafnya diduga yang lagi mau mengintip.
“Kronologi kejadiannya pada saat itu, petugas perempuan UPTD Puskesmas Salo yang hendak mau ketoilet tiba – tiba mendengar adanya suara yang berbunyi dari atas loteng yang berada diatas toilet, dengan merasa ketakutan petugas perempuan Puskemas Salo lalu meneriaki orang yang berada diatas atap / loteng tersebut.
Dengan merasa heran semua petugas puskesmas dan masyarakat yang berada disekitar itu langsung berkumpul dititik yang dianggap ada sesuatu yang mencurigakan dan memanggil seseorang yang berada diatas loteng tersebut untuk turun dengan berbagai cara himbaun, termasuk UPTD Kepala Puskesmas Salo yang juga berada pada saat itu ditempat kejadian.
Setelah lebih kurang 2 jam juga tidak ada tanggapan oleh seseorang yang berada diatas atap itu, lalu salah satu staf Puskesmas Salo menghubungi pihak kepolisian melalui telepon selulernya.
Selang beberapa lama kemudian Kapolsek Bangkinang barat, beserta anggotanya langsung menuju ketempat kejadian perkara (TKP). Pada saat itu pihak kepolisian menyuruh turun dengan berbagai cara, barulah turun seseorang yang berada diatas loteng tersebut.
Dengan terkejutnya seluruh petugas Puskesmas Salo , rupanya salah seorang oknum staf puskesmaa tersebut adalah yang bernama Tunus, petugas Tenaga bantu Karyawan puskesmas salo bagian perencanaan.
Menurut laporan salah seorang masyarakat kepada kru redaksimedinas.com, bahwa diduga Tunus sering memanjat keatas atap / loteng puskesmas salo tersebut. Diduga bertujuan untuk mengintip Karyawan ataupun petugas perempuan yang lagi berada ditoilet puskemas salo, yang telah melakukan aksinya sudah beberapa kali. Dan diduga juga selama ini Tunus memang sering kali melakukan aksi tersebut”, pungkas salah seorang masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Selanjutnya Pada hari senin sewaktu kejadian itu, Tunus telah menandatangani surat pernyataan atas tindak asusila tersebut, dan juga langsung ditandatangani oleh kepala Puskesmas salo” terang masyarakat.
Selanjutnya kru redaksimedinas.com, keesokan harinya selasa (16 / 01/2018) langsung mendatangi Puskesmas salo untuk konfirmasi dengan kepala puskesmas salo diruangan kerjanya dan menyampaikan” bantahannya, Bahwa kepala puskesmas Salo tersebut diduga seakan – akan menutupi dan tidak membenarkan adanya kegiatan tindak asusila yang terjadi dipuskesmas salo tersebut. Dan itu hanya salah komunikasi saja, yang menyuruh Tunus itu naik ke atas loteng adalah saya untuk mengecek loteng,” ujarnya.
Lebih lanjut kru redaksimedinas.com, ingin konfirmasi dengan tunus dan bertanya kepada kepala puskesmas salo. Apakah saya bisa konfirmasi dengan tunus, lalu kepala puskesmas salo menjawab, bahwa tunus saya suruh dulu istirahat,” ujar kepala puskesmas salo kepada kru redaksimedinas.com.
Dan selanjutnya kru redaksimedinas,com, Konfirmasi langsung dengan Kepala desa Sipungguk Abu Bakar SE. Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, dan menyampaikan” bahwa kami pemerintahan Desa Sipungguk, setelah diberitahu oleh kapolsek Bangkinang Barat, bahwa anggota Polsek sudah berada dipuskesmas salo.
Bahwa inpormasi yang kami dapat ada maling dipuskesmas salo, setelah itu kami lansung menuju ke puskesmas. Rupanya pihak anggota pegawai puskesmas mengatakan” ada yang manjat diatas loteng, Alasannya kami selama ini ada kehilangan – kehilangan. Mangka staf/ pegawai puskemas Salo, dan masyarakat mengatakan bahwa ada yang maling.
Setelah ditindaklanjuti rupanya kami yang ada ditempat kejadian perkara setelah diintrogasi ada salah seorang oknum puskesmas salo yang naik diatas loteng, tujuannya setelah kami konfirmasi sama kapolsek Bangkinang Barat, otomatis tindak asusila atau yang lebih dikenal mengintip orang perempuan lagi dikamar mandi.
Dan kamipun dapat impormasinya dari masyarakat, bahwasannya mereka salah seorang oknum puskemas salo yang berinisial TS itu lagi mengintip, dan diakui oleh oknum puskesmas salo tersebut. Bahwa TS ini telah melakukan pengintipan berjalan diatas loteng dari WC satu ke WC yang lainnya.
Ditambahkan Kepala Desa Sipungguk, Abu Bakar, SE. Saat dikonfimasi kru redaksimedinas.com di sela – sela acara pisah sambut Kapolsek Bangkinang Barat pada Hari Rabu siang ( 17/ 01/2018), Klu masalah surat pernyataan itu, isi suratnya bahwasan beliau ini sudah mengakui kesalahannya, dan telah melakukan pengintipan,” terangnya.
Agar kedepannya oknum TS ini diisi surat perjanjian yang diadakan sama Kapolsek Bangkinang Barat, agar tindakan tersebut tidak terulang lagi kedepannya,” ujar Kepala Desa Sipungguk kepada kru redaksimedinas.com.( Andri)






