medianasional.id, Mataram, NTB – Kabar penting buat kita semua! Pemerintah Provinsi NTB baru saja bikin gebrakan besar dalam urusan data. Mulai sekarang, gak ada lagi ceritanya data tumpang tindih atau bantuan salah sasaran, karena Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) resmi jadi satu-satunya rujukan pembangunan di NTB.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik (yang akrab disapa Aka), menegaskan kalau DTSEN bakal jadi single source of truth alias satu-satunya sumber kebenaran data.
“Kita gak mau lagi kerja pakai asumsi. Semua kebijakan harus berbasis data yang presisi supaya bantuan beneran nyampe ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar Aka saat memimpin rapat di Kantor Diskominfotik, Rabu (29/4).
Kepala BPS NTB, Dr. Drs. Wahyudin, menjelaskan kalau lewat DTSEN ini, pemerintah bakal pakai sistem klasifikasi kesejahteraan atau desil (1–10). Artinya, intervensi pemerintah bakal lebih presisi dan adaptif.
Lebih Akurat: Verifikasi lapangan (ground check) tahap kedua per 8 April 2026 sudah berjalan untuk memastikan data sesuai kondisi riil.
Masyarakat Bisa ‘Naik Kelas’: Program gak cuma buat yang sangat miskin, tapi bisa menyasar desil 1 sampai 5 agar masyarakat bisa naik level secara bertahap.
Privasi Aman: Meskipun datanya detail, tenang aja! Rahasia data pribadi (by name by address) tetap dijaga ketat sesuai aturan.
Bappeda NTB juga mewajibkan seluruh kebijakan pembangunan ke depan harus merujuk ke DTSEN lewat aplikasi SEPAKAT. Sementara itu, Dinas Sosial NTB bakal fokus memperkuat peran pemerintah desa buat mastiin verifikasi data di lapangan makin akurat.
Kedepannya, Pemprov NTB gak main-main soal data ini. Beberapa langkah upgrade yang bakal dilakukan antara lain:
Menerbitkan Surat Edaran Gubernur buat memperkuat verifikasi sampai tingkat desa.
Mewajibkan semua OPD pakai DTSEN di setiap program mereka.
Paling keren: Bakal pakai teknologi Kecerdasan Buatan (AI) buat analisis data supaya makin canggih dan akurat!






