INDRAMAYU, medianasional.id – Tim Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (30/6/2026). Sidak ini bertujuan untuk memastikan keamanan pasokan energi nasional serta menjamin kualitas produk BBM yang dihasilkan telah memenuhi standar regulasi pemerintah.
Dalam inspeksi tersebut, sebanyak 13 personel dari Pokja Pelayanan dan Pengawasan Kegiatan Usaha Hilir Minyak Bumi meninjau langsung sejumlah area vital kilang, antara lain:
- Unit Produksi: Meninjau Crude Distillation Unit (CDU) dan Residue Catalytic Cracking (RCC).
- Kompleks Pertangkian: Memeriksa area penyimpanan komoditas migas.
- Ruang Kontrol: Memantau pusat kendali operasional pengolahan minyak dan gas secara real-time.
- Laboratorium Kilang: Memastikan seluruh produk—seperti LPG, Pertalite, Pertamax Turbo, Avtur, dan Pertamina Dex—lolos spesifikasi resmi.
Koordinator Pokja, Naufal Noor Rochman, menjelaskan bahwa sidak ini penting untuk melihat optimalisasi peralatan kilang sekaligus meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menekankan bahwa Kilang Balongan memiliki nilai kompleksitas tertinggi di Indonesia (mencapai 11,9).
Keunggulan ini membuat kilang mampu memproduksi varian produk bernilai tinggi berskala internasional, sehingga sinergi yang harmonis antara pemerintah selaku regulator dan Pertamina sangat krusial demi menjaga ketahanan energi nasional.
Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager PT Pertamina Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan komitmen penuh jajarannya terhadap regulasi pemerintah. Untuk menjaga kapasitas pengolahan yang mencapai 150.000 barel per hari tetap andal tanpa kendala, pihak kilang rutin melakukan pemeliharaan berkala.
Yulianto juga menambahkan bahwa laboratorium Kilang Balongan telah mengantongi akreditasi standar Manajemen Mutu ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Setiap produk dipastikan lolos 20 parameter pengujian ketat serta kesesuaian angka oktan (Research Octane Number/RON) sebelum didistribusikan ke masyarakat.






