Depok, MEDIANASIONAL.id — Upaya konfirmasi media terkait dugaan pungutan liar (pungli), percaloan, gratifikasi, serta indikasi mafia tanah di lingkungan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Depok tidak memperoleh klarifikasi substantif dari pimpinan instansi.
Kepala Kantor BPN Kota Depok, Budi Jaya S, secara tegas menyatakan tidak memberikan klarifikasi melalui komunikasi langsung dan mengarahkan media untuk merujuk pada unggahan klarifikasi di akun Instagram resmi Kantah Kota Depok.
“Kami tidak memberikan klarifikasi melalui WhatsApp. Silakan mampir ke Instagram Kantah Kota Depok. Kami sudah memberikan klarifikasi melalui IG tersebut,” tulis Budi Jaya S dalam pesan singkat kepada wartawan, sembari mengirimkan tautan unggahan media sosial.
Sikap tersebut menimbulkan pertanyaan publik, mengingat isu yang dikonfirmasikan menyangkut tudingan serius dan berdampak langsung pada pelayanan pertanahan masyarakat. Klarifikasi melalui media sosial dinilai bersifat umum, sepihak, dan simbolis, karena tidak secara spesifik menjawab dugaan pungli, percaloan, gratifikasi, maupun indikasi praktik mafia tanah yang dilaporkan warga.
Kakan BPN Kota Depok, Budi Jaya berikan klarifikasi kepada media melalui infografis di instagram
Dalam prinsip jurnalistik dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, klarifikasi atas dugaan serius idealnya disampaikan langsung oleh pejabat berwenang, disertai penjelasan substantif mengenai mekanisme pengawasan serta langkah penanganan apabila terdapat pelanggaran oleh oknum internal.
Media telah menyampaikan permintaan klarifikasi secara resmi kepada Kepala Kantor BPN Kota Depok sebagai bagian dari pemenuhan asas keberimbangan dan hak publik atas informasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan langsung yang menjawab substansi tudingan yang dikonfirmasikan.
Konten klarifikasi di media sosial tetap dicatat sebagai referensi. Meski demikian, hal tersebut tidak serta-merta menggugurkan kewajiban pejabat publik untuk memberikan penjelasan resmi, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Media menyatakan tetap membuka ruang klarifikasi.





