Palangka Raya, medianasional.id – Dugaan pemerasan yang dilakukan salah satu oknum anggota TNI di kota Palangka Raya telah dikonfirmasi serta diklarifikasi antar kedua belah pihak D vs G dan ternyata hanyalah mis komunikasi, Senin (8/7/2024).
Dari pihak Kodim 1016/ Palangka Raya melalui Pasi Intel Kodim memberikan hak jawab serta klasifikasi usai pemberitaan di beberapa media online, melalui Kapten Cba Dudi Budianto telah berhasil menengahi permasalahan yang sempat viral di media online beberapa waktu lalu, menurut Kapten Cba Dudi Budianto, kesalah pahaman tersebut telah diluruskan dan diselesaikan secara kekeluargaan pula.
Dari keterangan beberapa sumber yang enggan namanya disebutkan, memang sikap arogan Oknum G tersebut meresahkan, bahkan pernah diberi sanksi.
D selaku korban yang merasa sempat terancam menuturkan dan berharap agar jangan lagi terulang hal serupa.
“Ancaman serta kata kata kasar tersebut sangat meresahkan saya dan keluarga saya, harapan saya agar yang bersangkutan jangan lagi seperti itu. Hari ini saya maafkan yang bersangkutan, namun harapan saya dan keluarga, semoga yang bersangkutan bisa sadar dan memperbaiki diri,” tegas D di hadapan Kapten Cba Dudi Budianto, selaku pihak perwakilan Dari Kodim 1016/ Palangka Raya.
Kapten Cba Dudi Budianto pun bersikap tegas saat mempertemukan kedua belah pihak di hadapan awak media, Kapten Cba Dudi Budianto menegaskan kepada Oknum G agar jangan lagi berbuat arogan, kasar serta mau menang sendiri.
“Hargai lah masyarakat,” tegas Kapten Cba Dudi Budianto dari pihak Kodim 1016/ Palangka Raya selaku pihak penengah tim mediasi untuk kedua belah pihak.
“Untuk selanjutnya kasus ini akan segera kami tangani secara internal kami dan akan kami proses”, tegas Kapten Cba Dudi Budianto kepada tim media.
“Semoga kedepannya tidak ada lagi oknum nakal seperti ini,” ucapnya kepada awak media. (Tim)






