Dugaan Korupsi Dana Pakan KBS Terbongkar, Satwa Telantar Alami Gizi Buruk Selama Delapan Tahun

Surabaya1310 Dilihat
SURABAYA, medianasional.id – Benang kusut pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali terurai. Kasus dugaan korupsi dana operasional dan pakan satwa senilai Rp10,2 miliar yang menjerat mantan Direktur Utama, Chairul Anwar, menguatkan indikasi kebobrokan manajemen di lembaga konservasi tersebut selama periode 2016–2024.
Sorotan terhadap KBS sebenarnya bukan hal baru.
.
Selama belasan tahun, destinasi wisata ikonik ini kerap memicu polemik di tingkat internasional akibat konflik internal yang berkepanjangan. Konflik perebutan wewenang antara pengurus perkumpulan lama dan pemerintah kota setempat baru mereda setelah pengelolaan dialihkan ke Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS). Namun, pengalihan status dinilai belum mampu menyembuhkan penyakit kronis dalam tata kelola internalnya.
.
Imbas dari carut-marut anggaran ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup satwa. Minimnya pasokan pakan berkualitas membuat satwa-satwa di tempat ini telantar dengan kondisi tubuh kurus dan menderita gizi buruk. Bahkan, serangkaian kematian satwa secara tidak wajar, seperti kasus jerapah yang mati dengan tumpukan sampah plastik di dalam perutnya, sempat membuat KBS dicap negatif sebagai salah satu kebun binatang paling memprihatinkan.
.
Kini, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) telah menaikkan status hukum Chairul Anwar sebagai tersangka. Sang mantan dirut diduga kuat menyelewengkan dana hak pakan hewan demi keuntungan pribadi. Hingga saat ini, pihak penyidik Kejati Jatim masih terus melakukan pendalaman materi perkara guna mengejar aliran dana serta menyisir potensi adanya keterlibatan pihak lain yang ikut menikmati uang korupsi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses