Batang, medianasional.id.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Komunitas Juang Jawa Tengah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang, H. Ahmad Ridwan,SE.,MM. menggelar tasyakuran secara sederhana di kantor DPC PDI Perjuangan jl.Brigjend Katamso.
Nampak hadir dalam kegiatan, Ketua DPC PDI Perjuangan, Anggota DPRD Batang Riskiyah,S.Pd., assisten mentor Zaka Ismatullah, anggota Komunitas Juang ( KJ ) Kabupaten Batang Minggu, ( 23/ 11/2025 ).
H. Ahmad Ridwan, SE.,MM mengatakan, Komunitas Juang merupakan kader muda PDI Perjuangan yang telah di gembleng dikawah candradimuka dan pusat kaderisasi politik anak muda di bawah naungan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, ini merupakan ulang tahunnya ke -12 tahun yang jatuh pada 14 November 2025 lalu.
Ulang tahun bukan hanya euforia internal, akan tetapi sebagai spirit perjuangan anak – anak muda PDI Perjuangan. Komunitas Juang berada di jantung mobilisasi demografi yang ikut berkontribusi pada perolehan suara kedepan PDI Perjuangan, termasuk dalam hal elektoral.
” Generasi muda ini merupakan kelompok demografis raksasa dan sangat krusial dalam perhitungan politik, untuk menyongsong Pemilu 2029 mendatang, ” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan.
Lebih lanjut, Ahmad Ridwan, menjelaskan dari sisi pemilih aktif, data KPU menunjukkan bahwa Gen Z yang terdaftar dalam DPT mencapai 46,8 juta pemilih , sementara milenial mencapai 66,8 juta pemilih.
Ini yang perlu kita persiapkan karena Komunitas Juang ada didalam zona itu dan ini merupakan potensi yang luar biasa.
Dalam dua belas tahun perjalanannya, Komunitas Juang menerapkan prinsip pembentukan dan peningkatan 3K; (Karakter, Kompetensi, Kapasitas) .
Pendekatan ini tidak hanya mencetak kader partai, tetapi juga pemuda yang mampu melakukan pengorganisasian, advokasi, dan penggerakan sosial di lapangan.
Visi utamanya “ Melu Memayu Hayuning Bawana ”, sebuah filosofi Jawa yang berarti seseorang wajib untuk ikut mempercantik atau memperindah tatanan dunia.
Komunitas Juang adalah anak ideologis yang selalu mengamalkan ide-ide Sang Proklamator, Bung Karno. Mereka ditempa untuk ikut memperkuat tenaga Kaum Marhaen






