
Raja Ampat, medianasional.id – Minimnya sarana meubelair di sekolah akan berdampak pada kurang efektifnya proses belajar mengajar.
Seperti yang dialami salah satu sekolah model, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 di Kecamatan Waisai Kota, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Menurut Kepala Sekolah SMPN 14 Raja Ampat Djafar Kaplale, akibat minimnya bangku, dan meja siswa. Sehingga pihaknya mensiasati menerapkan sistem double ship,pagi dan siang untuk proses belajar mengajar di SMPN 14 Raja Ampat.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat, Juariah Syaifudin kepada media ini mengaku, proses belajar mengajar di SMPN 14 Raja Ampat saat ini memang belum efektif, karena masih banyak siswa yang masuk pagi, dan siang.
“Hal ini terkendala, karena meubelair yang tersedia sangat terbatas, sedangkan ruang belajar yang ada masih memungkinkan,” kata Juariah, saat dikonfirmasi melalui telephon seluler, Selasa (11/9/2018) siang.
Untuk itu, lanjut Juariah, dinas pendidikan dan kebudayaan Raja Ampat tahun ini (2018) akan menganggarkan pengadaan meubelair untuk SMPN 14.
“Mudah- mudahan bisa terpenuhi, sehingga proses belajar mengajar di SMPN 14 Raja Ampat terlaksana sesuai dengan harapan,” tandasnya.
Kontributor : Zainal
Editor : Dian
Views: 230
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak






