Diguyur Hujan Pedagang Takjil di Kota Sidikalang Sepi Pembeli 

Dairi658 Dilihat

Dairi, medianasional.id – Tidak beda dengan daerah lainnya di Indonesia, meskipun Kabupaten Dairi mayoritas beragama Kristen, tetapi setiap tahun pada bulan suci Ramadan pedagang musiman yang notabene dari kalangan umat Muslim banyak bermunculan di Kota Sidikalang, hal itu bisa terlihat di sepanjang Jalan Protokol Kabupaten Dairi Khususnya di depan Kantor Pemkab Dairi.

“Biasanya mulai siang pembeli sudah mulai berdatangan, tapi sekarang lumayan sepi, mungkin karena hujan sehingga orang malas keluar rumah,” lirih seorang pedagang gorengan kepada media ini, Senin (10/3/25) .

Mereka datang dari berbagai daerah dan suku masing-masing, dengan berbagai macam dagangan Takjil menu pembuka puasa seperti Dimsum, es dawet, sop buah, gorengan, kolak pisang, agar-agar, manisan, bakso, dan lain-lain.

Menurut penuturan pedagang, yang datang jajan atau membeli dagangan mereka bukan dari kalangan umat Muslim saja tapi banyak dari Umat Nasrani, mereka datang berbaur membeli kebutuhan masing-masing tanpa melihat agama pedagang.

“Kalau disini toleransinya tinggi, disini sangat jarang terdengar istilah mayoritas dan minoritas,” ujar salah satu pedagang.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Meliasia seorang Siswi di salah satu SMK di Sidikalang, dia mengatakan, dirinya sudah 3 tahun tinggal indekos di Kota Sidikalang, selama itu juga dia dan teman-temannya yang non Muslim setiap bulan puasa suka datang beli makanan untuk berbuka puasa.

“Jam 3 biasanya sudah mulai ramai pak, terutama kalangan anak remaja, mungkin karena hujan jadi agak sepi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Dairi memiliki Jumlah penduduk sekitar 322.748 jiwa, 84,09% penduduknya beragama kristen protestan dan Kristen Katholik yang tersebar di 15 kecamatan, 8 kelurahan, dan 161 desa dengan luas wilayah mencapai 1.927,80 km² dan jumlah penduduk dengan kepadatan penduduk 167 jiwa/km, Salam Toleransi.

 

(Kristo)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses