KENDAL- medianasional.id– Meski letak geografisnya dekat dengan Kawasan Industri Kendal (KIK), namun Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu bagaikan terisolasi dari darat, laut dan udara.
Hal ini disampaikan, Sekretaris Desa Wonorejo, Arif Sofiyudin didampingi Ketua BPD, Muhammad Khisom di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Senin (10/2/25).
“Seandainya tidak ada KIK, mungkin kami lewat laut naik perahu kalau mau keluar desa,” ujarnya.
Arif mengungkapkan, memang ada jalan kabupaten disebelah timur desa, akan tetapi jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak diperbaiki dan kondisinya rusak parah.
“Jalan itu ada ditimur desa, ada juga jalan samping kantor desa itu milik desa tetangga, kondisinya rusak juga,”jelas Arif.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wonorejo, Muhammad Khisom juga mengeluhkan kondisi jalan diwilayahnya yang 11 hari tergenang air akibat banjir kemarin.
“Padahal, itu satu satunya akses jalan karyawan ke KIK dari dusun kami,” terangnya.
Maka melalui Musrenbang kecamatan mereka berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut.
Melihat kondisi ini, anggota Komisi B DPRD Kendal, H.Muhammad Arif Abidin yang menjadi narasumber di acara Musrenbang Kecamatan Kaliwungu ikut merasa prihatin.
Menurutnya, harus segera dibuatkan saluran air, terutama dibelakang Pasar Pagi Kaliwungu ke utara, karena kondisinya sudah terlalu parah.
“Pemerintah harus hadir pas saat terjadi banjir, tidak hanya sekedar melihat pura-pura tidak tahu,” tegas Arif Abidin, yang akrab dipanggil Kaji Arif.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kendal ini, juga menyoroti wilayah desa Wonorejo, Kaliwungu pada hujan lalu sempat tergenang air lebih dari setengah meter. Kondisi seperti itu katanya dampak dari pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang tidak memperhatikan lingkungan.
“Saya berharap Dinas PUPR mengajak DPRD Kendal untuk melihat dan tanggap tentang aliran air yang tersumbat di wilayah Kaliwungu. Seperti yang didemo masyarakat Lengkong kemarin, karena gorong gorong macet sehingga aliran air ke sungai tidak lancar. Mohon instansi terkait segera menindaklanjuti,” jelas Kaji Arif.(*)





