Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Banjir Bandang di Paguyangan, UPTD PU Bumiayu Pasang Rambu Bahaya di Titik Rawan

Brebes, Jawa Tengah2085 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Brebes bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Paguyangan pada Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 19.15 WIB, memicu bencana longsor tebing dan banjir bandang di sejumlah titik. Sedikitnya terdapat tiga lokasi utama terdampak yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka.

Berdasarkan keterangan Satgas BPBD Kabupaten Brebes, Budi Sujatmiko, hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan longsor pada tebing penahan jalan dengan tinggi sekitar 5 meter dan lebar 8 meter. Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan menutup sebagian badan Jalan Kabupaten ruas Kretek–Kaligua, tepatnya di Dukuh Kalibuntu RT 13 RW 04, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan.

Selain mengganggu akses jalan utama, longsor juga terjadi di kawasan lahan Perhutani Petak 26 RPH Kretek, RPH Paguyangan. Material tanah yang terbawa arus air berubah menjadi banjir bandang dan menerjang permukiman warga di RT 13 RW 04. Akibatnya, lima rumah warga terdampak lumpur dan bebatuan yang masuk hingga ke pekarangan dan bagian dalam rumah.

Adapun rumah warga yang terdampak masing-masing milik Ibu Tariyah (40), Bapak Irfani (30), Bapak Hermanto (50), Bapak Sarifudin (48), dan Ibu Triyanah (35).

“Saat ini sedang dilaksanakan pembersihan material yang masuk ke dalam rumah warga. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut,” ujar Budi Sujatmiko saat berada di lokasi kejadian.

Kerusakan lainnya terjadi di ruas Jalan Kabupaten Paguyangan–Pandansari. Luapan air besar dari arah Dukuh Sijampang menyebabkan bahu jalan tergerus dan merusak talud penahan jalan sepanjang kurang lebih 25 meter dengan tinggi sekitar 4 meter. Kondisi badan jalan di sejumlah titik juga mengalami retakan panjang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu, Srihartanti atau yang akrab disapa Tanti, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi sejak pagi hari untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.

“Berdasarkan laporan warga dan juga BPBD, pihak UPTD langsung cek lokasi pada pagi tadi guna melakukan asesmen, pembersihan material longsor, serta pemasangan rambu-rambu peringatan bahaya di titik-titik rawan dan mengalami kerusakan. Kegiatan ini dilakukan bersama tim BPBD, relawan, bahkan dari Forkomfinca juga turut hadir beserta jajaran,” ungkap Srihartanti kepada awak media.

Ia menambahkan, hasil asesmen teknis serta data kerusakan yang ditemukan di lapangan akan segera dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes sebagai dasar pengambilan langkah penanganan lanjutan.

“Dengan kejadian tanah longsor tersebut kami akan segera melaporkan hasil asesmen kepada pimpinan Kabupaten. Adapun tindak lanjutnya akan segera dilakukan berdasarkan arahan dari pimpinan,” jelasnya.

Sementara itu, Budi Sujatmiko menuturkan bahwa pemantauan kondisi di lapangan masih terus dilakukan secara berkala melalui koordinasi lintas instansi dan grup komunikasi kebencanaan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap waspada mengingat kondisi tanah masih jenuh air dan berpotensi terjadi longsor susulan.

“Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan material longsor dan banjir bandang yang masuk ke rumah warga, serta pengamanan jalan karena sebagian badan jalan mengalami retak-retak. Pemasangan rambu-rambu peringatan sudah dilakukan oleh tim UPTD agar pengguna jalan lebih waspada dan tidak melintas di titik berbahaya,” terangnya.

Penanganan di lokasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Budi Sujatmiko, Ilham Panca, Duriyanto, Solahudin Rifki, Toip, Alaika Salam, dan Didin.

Sementara unsur yang terlibat aktif dalam penanganan bencana antara lain BPBD Kabupaten Brebes, UPT PU Wilayah Bumiayu, Pemerintah Desa Wanatirta, Satgas Penanggulangan Bencana, serta Kelompok Siaga Bencana (Destana) Wanatirta.

Masyarakat berharap bencana ini menjadi perhatian serius pemerintah demi keselamatan warga. Selain itu, warga juga meminta agar perbaikan infrastruktur segera dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kecamatan Paguyangan. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses