Cerita Hobi untuk Aksi Kemanusiaan, Murid TKIM Bhakti Mulia Galang Empati Lewat Lelang Buku Karyanya

DI.Yogyakarta1196 Dilihat

Sleman, medianasional.id – Kepedulian kemanusiaan tak selalu lahir dari aksi besar orang dewasa. Di kampus kecil TKIM Bhakti Mulia Sleman, empati justru tumbuh dari tangan-tangan mungil para murid yang baru belajar menulis dan bercerita. Melalui kegiatan literasi yang sederhana namun bermakna, mereka berhasil menyumbangkan dana Rp3,5 juta untuk membantu korban banjir bandang di Pulau Sumatra.

Guru TKIM Bhakti Mulia, Nurul Hidayah, menuturkan bahwa aksi ini dirancang sebagai pembelajaran terintegrasi antara literasi dan penguatan karakter empati.” Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa berkarya, tetapi juga memahami bahwa karya mereka bisa membawa manfaat bagi orang lain,” ungkap Nurul kepada Yudha Kurniawan dari Tim PUBKOM BPMP DIY, Jumat (2/1/2026).

Wujud kepedulian itu hadir dalam bentuk lelang buku karya murid bertema” Cerita tentang Hobiku” Buku-buku tersebut merupakan karya perdana para murid KB-TK IM Bhakti Mulia yang baru saja dilaunching sebelum dilelang. Total ada 54 judul buku, satu buku untuk setiap murid yang dilelang selama empat hari, 17-20 November 2025, di kampus TKIM Bhakti Mulia.

Momen peluncuran buku berlangsung hangat dan mengesankan. Anak-anak tampil mempresentasikan karyanya, menyerahkan buku kepada orang tua, lalu menyaksikan hasil karyanya dilelang. Dari kegiatan itu, terkumpul dana Rp 3,5 juta yang seluruhnya didonasikan untuk korban banjir di Sumatra.

Isi buku pun sangat mengesankan. Dengan bahasa sederhana khas anak-anak, setiap halaman memotret hobi mereka, mulai dari menggambar, bermain bola, hingga kegiatan favorit bersama keluarga. Cerita dilengkapi ilustrasi penuh warna, kolase dan mozaik kreatif, serta foto-foto aktivitas anak di sekolah maupun di rumah.

Buku ini memang sederhana, tapi penuh makna. Anak-anak mengekspresikan ide dan kegemarannya dengan jujur dan gembira,” jelas Nurul. Dokumentasi tentang hobi tersebut bukan hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga menanamkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang secara positif bersama keluarga.

Lebih dari sekadar produk literasi, peluncuran dan lelang buku ini menjadi pengalaman yang akan terus diingat para murid hingga dewasa. Buku-buku itu kelak menjadi artefak

pendidikan sebagai bukti nyata proses belajar kemandirian, ikhtiar, dan tanggung jawab sosial.

Dari cerita hobi yang polos, lahirlah pelajaran besar tentang empati. TKIM Bhakti Mulia menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan sejak dini, bahkan melalui selembar buku kecil yang mengajarkan anak-anak bahwa berbagi adalah bagian indah dari berkarya.(wid)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses