INDRAMAYU, medianasional.id – Guna mengantisipasi potensi konflik akibat perebutan air di tengah musim kemarau panjang, jajaran Polsek Gabuswetan bersama unsur Muspika Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, turun langsung ke lapangan. Petugas melakukan pengawalan ketat terhadap proses penertiban dan distribusi aliran air irigasi ke areal persawahan milik petani setempat.
.
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan sistem gilir air berjalan tertib sesuai jadwal yang telah disepakati oleh kelompok tani. Selain menjaga keamanan di lokasi, petugas juga mengimbau para petani agar tetap mengedepankan musyawarah dan menjaga kepala dingin selama menunggu giliran distribusi air.
.
“Kami memastikan sistem pembagian air ini berjalan adil dan sesuai jadwal. Tidak ada pihak yang diistimewakan karena seluruh petani sama-sama membutuhkan pasokan air agar bisa bertahan hingga masa panen tiba,” ujar petugas di lapangan.
.
Sementara itu, Kapolres Indramayu melalui Kasat Binmas Polres Indramayu, Iptu Tasim, memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak agar tidak melakukan praktik curang yang merugikan orang lain. Ia menegaskan, kepolisian tidak akan segan memproses hukum oknum-oknum yang bertindak sebagai “mafia air”, seperti mengubah posisi pintu air secara ilegal atau menguasai aliran air secara sepihak untuk kepentingan pribadi.
.
Sinergi yang solid antara para petani, pemerintah desa, Muspika, dan pihak kepolisian ini diharapkan mampu menjaga keadilan dalam distribusi air. Melalui pengelolaan yang transparan, ancaman gagal panen akibat kekeringan ekstrem di wilayah Gabuswetan diharapkan dapat diminimalisasi.






