Camat Bakauheni Adakan Musyawarah dengan Pedagang Pasar Pasca Kebakaran

Lampung Selatan180 Dilihat

Bakauheni, Medianasional.id – Musyawarah Untuk Mencarikan Solusi dan Alokasi Tempat Para pedagang pasar bakauheni pasca kebakaran pasar bakauheni yang bertempat di villa pengelolah pasar bakauheni di desa bakauheni kecamatan bakauheni Lampung Selatan. Minggu (8/8/2021).

Hadir dalam musyarawah tersebut Camat Bakauheni Pirma Romansyah, Pj Kades Bakauheni Nasrulloh, Pengelolah Pasar H.Karsono, Perwakilan Pemilik Pasar W Dermawan SC, Dawar Yunus, KUPT Pasar Kecamatan Bakauheni Erwanto, Babinkamtibmas Bripka Hartanto, Aparat Desa, Para pedagang yang terdampak pasca kebakaran.

Dalam sambutannya Pj Kepala Desa (Kades) Bakauheni Nasrulloh menyampaikan agar bangunan yang berada di atas trotoar dipindahkan.

“Kedepannya saya mohon bangunan yang ada di atas trotoar dipindah ke dalam karena ini perintah bupati lampung selatan, tidak diperbolehkan bangunan berdiri di atas Drainase atau trotoar,” terangnya.

Dalam sambutannya Camat Bakauheni Pirma menyampaikan, “berkaitan dengan kebakaran pasar bakauheni bupati sangat perhatian dan pesan bagi para pedagang harap pindah ke atas di pasar sringitik itu gratis yang mau silakan berapa tahun gratisnya saya belum tau yang jelas dalam satu dua tahun gratis,” ucap Pirma.

“Hari ini kita cari solusinya kalau emang bapak ibu mau silakan gratis, kios tersebut tidak boleh dijual belikan, saya berharap bapak ibu silakan pindah ke atas pasar sringitik monggo,” imbuhnya.

Dermawan selaku perwakilan pemilik pasar bakauheni dalam sambutannya menyarankan agar para pedagang pindah ke tempat yang sudah disediakan.

“Untuk yang mendapat musibah kita tidak pernah tahu mungkin kita ambil hikmahnya saja, bagi para pedagang silahkan kalau emang yang mau pindah ke atas, untuk sementara bangunan boleh dibangun tapi tidak boleh permanen, nunggu info selanjutnya dari pemilik lahan,” tegasnya.

Nanang selaku pedagang daging mengukapkan kami selaku pedagang kiranya kalau emang mau dipindah, kami para pedagang mau pindah semua tapi kalau emang boleh dibangun biarlah kami yang bangun bangunan itu sementara,” ucapnya.

H. Karsono selaku pengelola pasar mengatakan bahwa pedagang boleh mendirikan bangunan non permanen.

“Para pedagang yang mau membangun kembali bangunannya silakan boleh dibangun tapi jangan permanen, dan untuk menjawab pertanyaan para pedagang mengenai salar itu seadanya aja hanya minta lima ribu untuk kebersihan dan keamanan,” tutupnya. (Amin P)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses