
Mataram, redaksimedinas.com – Cagub NTB H. Zulkiflimansyah membantah dirinya terlibat dalam penjualan saham sebesar 6 persen milik pemerintah ke PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), provinsi NTB tersebut.
Bantahan mantan anggota DPR RI Dapil Banten ini sekaligus menepis aksi demonstrasi Kesatuan Mahasiswa Bima Jakarta (KMBI), Sabtu (24/2) lalu di kantor KPK. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Kesatuan Mahasiswa Bima Jakarta (KMBJ) di depan gedung KPK.
Cagub kelahiran Sumbawa yang berpasangan dengan Hj. Siti Rohmi Djalilah dalam Pilgub NTB 2018 ini dalam akun facebooknya, Minggu (25/2) menyatakan, proses penjualan saham milik tiga pemerintah daerah yakni Pemda NTB, Pemkab Sumbawa dan Pemkab Kabupaen Smbawa Barat (KSB) tersebut salah alamat. Meski demikian Cagun dengan nomor urut tiga ini mengaku jika dirinya pernah menjabat sebagai komisaris PT NNT, namun dirinya telah tidak mengetahui proses penjualan saham sebesar 6 persen milik pemerintah ke PT AMNT.
Zulkiflimansyah justru menilai jika ada kandidat dan tim sukses Paslon lainnya menggulirkan isu tersebut untuk melakukan black campaign terhadap dirinya sangat tidak elok dan mengada-ada. “Kalau ada kandidat yang timnya gunakan isu ini tidak perlu mencari-cari kesalahan. Jangankan terlibat, saya tahu saja itu di jual saya enggak tahu. Itu persoalan dan otoritasnya ada di pemda dan DPRD,” ucap Zul.
Dikatakannya, sebelum saham tersebut di jual dirinya telah mundur sebagai komisaris di PT NNT. Iapun menegaskan penjualan saham tersebut tidak di ketahuinya karena dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai komisaris. (Hrw)






