Pasaman Barat, medianasional. Id– Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto mengapresiasi kontribusi Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasaman Barat. Kolaborasi yang telah terjalin sejak 2019 tersebut dinilai turut memperkuat intervensi penanganan stunting melalui pemanfaatan data, inovasi pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan Yulianto saat mengunjungi Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, dan Posyandu Jeruk di Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Rabu (4/11). Kunjungan bersama Ketua TP-PKK Pasbar Ny. Sifrowati, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Tanoto Foundation tersebut bertujuan meninjau langsung praktik baik pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Di Nagari Kapa, rombongan meninjau penerapan aplikasi POPS (Pusat Operasi Penurunan Stunting), sebuah inovasi yang mendukung pemerintah nagari dalam memantau perkembangan status gizi anak serta menentukan langkah penanganan stunting berdasarkan data.
Melalui aplikasi tersebut, data terkait kondisi dan perkembangan stunting terintegrasi dalam satu pusat informasi. Dengan demikian, pemerintah nagari dapat mengakses data secara lebih mudah tanpa harus berulang kali melakukan pengumpulan secara manual dari berbagai pihak.
Pemanfaatan POPS juga diarahkan untuk memperkuat intervensi konvergensi penurunan stunting, terutama dalam penyusunan perencanaan pembangunan nagari berbasis data. Hal ini diharapkan membuat program dan kegiatan yang dilaksanakan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Posyandu Jeruk di Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. Di lokasi tersebut, Bupati dan rombongan meninjau pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pemenuhan gizi, hingga upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.
Bupati Yulianto menyampaikan terima kasih kepada Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta atas dukungan serta kontribusi yang telah diberikan sejak 2019. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan upaya penurunan stunting berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu OPD atau sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Penanganan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Setiap OPD harus mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya agar intervensi yang dilakukan berjalan terpadu dan menyentuh berbagai aspek yang memengaruhi tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Yulianto mengatakan, anak-anak yang sehat dan memiliki kualitas gizi yang baik merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah dan bangsa. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh sebagai penerus pembangunan, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat.
Menurutnya, upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagaimana dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapainya, kualitas generasi masa depan harus dipersiapkan sejak dini melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan yang memadai, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menjelaskan bahwa keberhasilan intervensi yang dilakukan lembaganya sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, terutama kepala daerah dan seluruh jajaran OPD.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendamping menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan di lapangan, tetapi juga mencakup penguatan sistem dan kapasitas pemerintah dalam menangani persoalan stunting. Dengan dukungan pemerintah daerah, inovasi yang telah dikembangkan di tingkat nagari diharapkan dapat diperluas dan diterapkan di wilayah lainnya.
Sementara itu, Project Management Coordinator Tanoto Foundation, Velly Ardan, menjelaskan bahwa pengembangan POPS di Nagari Kapa merupakan bagian dari upaya memperkuat intervensi konvergensi penurunan stunting melalui perencanaan pembangunan nagari berbasis data.
Melalui platform tersebut, pemerintah nagari didorong menggunakan data sebagai dasar dalam menyusun program, menetapkan prioritas, dan mengevaluasi kegiatan penanganan stunting.
Velly menyebutkan, Tanoto Foundation turut mendampingi pemerintah Nagari Kapa dalam membangun dan mengelola platform POPS dengan melibatkan lima orang administrator atau admin data. Para administrator tersebut bertugas melakukan penginputan dan pengelolaan data serta telah mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengoperasikan sistem.






