Bupati Pasaman Barat Pantau Langsung Pilwana di Kecamatan Kinali

Pasaman Barat53 Dilihat

Pasaman Barat, medianasional.id – Bupati Pasaman Barat memantau langsung pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Badunsanak di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Kinali, Selasa (20/10), pada hari terakhir pemungutan suara. Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses demokrasi di tingkat nagari berjalan lancar, tertib, dan kondusif serta masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

Dalam pemantauan tersebut, Bupati mengunjungi enam TPS di sejumlah nagari di Kecamatan Kinali. Berdasarkan data yang dihimpun saat pemantauan, jumlah pemilih yang telah menggunakan hak pilih bervariasi di setiap TPS.

Di TPS 02 Anam Koto Selatan, dari 616 pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 256 orang telah menggunakan hak pilihnya. Di TPS 02 Nagari Bunuik, dari 622 pemilih, sebanyak 270 orang telah memberikan suara. Sementara itu, di TPS 02 Padang Canduh, dari 609 pemilih, sebanyak 255 orang telah menggunakan hak pilihnya.

Selanjutnya, di TPS 01 Koja, tercatat 354 pemilih dari total 616 DPT telah memberikan suara. Adapun di Nagari Limau Purut, sebanyak 435 pemilih dari 538 DPT telah menggunakan hak pilih di TPS 01, sedangkan di TPS 04 tercatat 403 pemilih dari total 587 DPT.

Bupati mengapresiasi partisipasi masyarakat serta dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Pilwana Badunsanak. Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, masyarakat, tokoh masyarakat, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, penjabat (Pj.) wali nagari, tokoh adat, dan para sesepuh nagari yang turut menjaga kelancaran proses pemilihan.

“Partisipasi masyarakat cukup bagus, sekitar 70 persen. Tentunya saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, bapak-bapak anggota dewan, kepala dinas, para Pj. wali nagari, serta para sesepuh yang telah berpartisipasi sehingga Pilwana kita berjalan lancar,” ujar Bupati.

Ia berharap Pilwana Badunsanak tidak hanya menjadi sarana memilih pemimpin nagari, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, suasana aman dan kondusif perlu terus dijaga, baik selama proses pemilihan maupun setelah hasil ditetapkan, sehingga perbedaan pilihan tidak memengaruhi hubungan sosial masyarakat.

Terkait tahapan berikutnya, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan menunggu pengumuman hasil Pilwana sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pelantikan wali nagari terpilih direncanakan berlangsung pada November 2026.

“Nanti sesuai jadwal akan disesuaikan, karena pelantikannya direncanakan pada November. Wali nagari terpilih juga akan diberikan arahan dan pembekalan agar nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati menegaskan, pembekalan bagi wali nagari terpilih diperlukan agar mereka memahami tugas, wewenang, dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari. Ia berharap para pemimpin terpilih dapat menjalankan amanah secara optimal, mengutamakan pelayanan publik, serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di nagari masing-masing.

Pemantauan tersebut turut dihadiri Kepala DPMN Lenggo Apri Yanti; Kepala Bapenda M. Bona Fatwa; Kepala Dishub Decky Harmiko; Kepala Dispar Sukarni; Kepala DPPKBP3A Armen; Kepala Disnaker Bakaruddin; Kabag Kesra Getri Ardenis; Kabag Protokol Sofyan; Sekretaris Satpol PP dan Kabid IKP Diskominfo Yudhinal Reviola serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses