Bupati Indramayu Imbau Warga Hentikan Memasang Jebakan Tikus Listrik di Sawah

Indramayu931 Dilihat

Indramayu, medianasional.id – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengeluarkan peringatan kepada para petani agar tidak memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik di area persawahan. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya kasus korban jiwa akibat jebakan tikus pake aliran listrik sembarangan di sawah.

Menurut Lucky Hakim, penggunaan jebakan tikus berbasis listrik sangat berbahaya dan telah banyak korban jiwa melayang baik manusia maupun hewan ternak.

Ia menegaskan bahwa upaya pengendalian hama tidak boleh dengan cara membahayakan keselamatan orang lain.

“Hampir banyak korban jiwa akibat jebakan tikus pakai aliran listrik yang serampangan,” imbaunya dikutip dari Facebook Diskominfo Indramayu.

Bupati menyampaikan keprihatinannya atas masih maraknya praktik pemasangan jebakan tikus listrik, terutama menjelang masa tanam dan panen.

Ia mengingatkan bahwa sawah merupakan area terbuka yang sering dilalui banyak orang, termasuk petani, buruh tani, hingga masyarakat umum yang mencari keong, katak, atau aktifitas lainnya.

Lebih lanjut Bupati secara khusus mengingatkan keberadaan mahasiswa yang sedang Praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Padjajaran (UNPAD) yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan praktek di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu.

Ia meminta seluruh pihak mengingatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Teman-teman KKN dari UNPAD perlu berhati-hati, bisa jadi masih ada jebakan listrik sawah yang masih menyala kita berharap tidak terjadi musibah lagi,” ujarnya.

Imbauan ini menjadi perhatian serius mengingat beberapa kasus sebelumnya menunjukan jebakan listrik sering kali diberi tanda peringatan yang jelas.

Dalam kondisi gelap atau saat hujan, resiko tersengat aliran listrik menjadi tinggi dan mematikan.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa penggunaan aliran listrik dalam menjebak tikus tidak hanya berbahaya,karena akan berpotensi menimbulkan konsekwensi hukum.

Oleh karena itu, petani diminta untuk beralih ke metode pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Pengendalian hama tikus bisa dilakukan dengan cara lain,seperti gropyokan,pemasangan perangkap manual,atau metode pertanian ramah lingkungan. Jangan sampai Niat melindungi tanaman justru menghilangkan nyawa orang ,” kata Lucky Hakim.

Bupati juga meminta perangkat desa, kelompok tani, dan Balai penyuluh pertanian (BPP) untuk aktif melakukan sosialisasi pengawasan di lapangan.

Jika masih ditemukan jebakan listrik diarea persawahan, ia meminta segera dilaporkan dan ditindaklanjuti demi keselamatan bersama.

Peringatan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh petani di Indramayu. Keselamatan Jiwa manusia diprioritaskan dibandingkan dengan pengendalian hama.

“Pemerintah Daerah berharap tidak ada lagi korban akibat jebakan tikus listrik di wilayah persawahan Indramayu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses